Tampilkan postingan dengan label fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiqih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

SHALAT TAUBAT (KAIFIAT)


Tatacara untuk melaksanakan taubat yang benar syarat utamanya adalah niat bertaubat dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya kembali, kemudian , memohon ampun atas dosanya serta berusaha menahan diri dan segera Taqorub Ilalloh hingga bersuci dan melaksanakan sholat taubat

Rosulullah Shallallohu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
‘Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, lalu ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Alloh, melainkan Alloh akan mengampuni dosanya’.

(Hadits sahih riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad dalam Musnad) .
Kemudian Nabi membaca surat Ali Imron 3:135

،ثم قرأ هذه الآية: [وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [QS. Ali Imran: 1365]." (HR. Abu Dawud no. 1521. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)

Niat shalat taubat adalah sebagai berikut:

أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي

Usholi sunatattaubati rok'ataini Lillahi Ta'ala
dan diniatkan dalam hati diantara takbirotul ikhrom sbb:
Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Alloh.

TATACARA SHALAT TAUBAT (KAIFIAT)
Dilakukan 2 rokaat dan termasuk dari shalat sunnah mutlak yang dapat dilaksanakan kapan saja. Siang dan malam.

1. Apabila ruh belum sampai ke kerongkongan. Yakni ia yakin akan segera mati sehingga tidak punya pilihan lain kecuali itu, seperti Fir'aun, dikisahkan dalam QS. Yunus: 91-92.
Rasulullah Shallallohu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

"Sesungguhnya Alloh tetap menerima taubat seorang hamba selama ruh (nyawa) nya belum di tenggorokan." (HR. Al-Tirmidzi, hadits hasan)

2. Apabila matahari terbit dari barat, karena Nabi Shallallohu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ

"Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Alloh akan menerima taubatnya." (HR. Muslim, no. 2703)

Shalat taubat ini disyariatkan dalam semua waktu, sampai pada waktu terlarang seperti sesudah shalat 'Ashar. Sebabnya, karena ia termasuk jenis shalat yang memiliki sebab. Maka disyariatkan dan boleh langsung dikerjakan saat datang sebabnya.
Syikhul Islam rahimahullah berkata,

وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ

"Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat), jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat dua raka’at. Kemudian ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakar Al-Shiddiq.” (Majmu’ Al-Fatawa, Ibnu Taimiyah: 23/215)

Rakaat pertama: Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun
Rakaat kedua: Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.

BACAAN DAN DOA SETELAH SHALAT TAUBAT

Setelah salam, lalu membaca istighfar 100 kali

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ

Setelah istighfar, baca doa dibawah ini:

يَا اَلله يَا رَ حْمَنُ يَارَحِيْمُ يَا اَهْلَ التَقْوَ 
يَااهْلَ المَغْفِرَتِ يَااََهْلَ الدَاكِرُالدَكِرِيْنَ
َتوْبَتً نَصُوْحَازِدْنَا ِبفَضْلِكَ نُورًا وَظُهُوْرًا
وَوُضُوْحًا ِبرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَحِمِيْنَ
اَللَهُمَ تُبْ عَلَيْنَاقَبْلَ المَوْتِ وَرَحَْمَنَاعِنْدَالمَوْتِ
وَلَاتُعَدِ بْنَابَعْدَالمَوْتِ يَاخَالِقَ المَوْتِ يَاسَمِيْعَ الصَوْتِ

Yaa Alloh yaa rohmaan yaa rohiim yaa ahlattaqwa
Yaa ahlal maghfiroh, yaa ahladzdzakirudz dzakiiriin
Taubatan nassuha zidnaa bifadllika nuuron wa dhuhuron
Wa wudhuhan bi rohmatika yaa arhamar roohiimin
Allohummatub ‘alainaa qoblal maut warhamnaa ‘indalmaut
Walaatu’addibnaa ba’dal maut Yaa kholiqol maut
yaa sami’ashshout ihfadlna minal afaat wal ahaat
Birohmatika yaa arhamar roohimiin

atau baca doa dibawah ini:

اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْر

Allohumma inni as-aluka taufiqo ahlil hudaa wa a’maala ahlittaubati wa ‘azma ahlishshobri wa jidda ahlil khosyati wa tholaba ahlir roghbati wa ta’abbuda ahlil waro’ wa ‘irfana ahlil ‘ilmi hatta akhofaka
Allohumma inni as-aluka makhofatan tahjuzunii ‘an ma’aashiika hatta a’mala bi tho’atika ‘amalan as tahiqqu bihi ridhoka hatta unn shihaka fittaubati khou famminka wa hatta akhlisho lakannasihat
hubba –uka wa hatta at tawakala ‘alaika fa al umuuri kaliha wa husna dlonabika subhaana kholiqo nuurin.

Kemudian sempurnakan secara Qauliyah dengan memberi shadaqah
karena shadaqah termasuk sebab besar yang menghapuskan dosa.

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikan nya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Alloh akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 271)

Demikian Sahabatku, semoga dapat bermanfaat..

Senin, 26 November 2012

Kewajiban Wanita Sholehah

Wanita adalah hiasan dunia, menambah keagungan dan keindahan didalamnya, Namun FITNAH syahwat yang paling berat di alam ini adalah fitnah wanita, karena itu fitnah ini disebutkan pertama kali mengawali fitnah-fitnah syahwat lainnya
sebagaimana firman Alloh swt ;

 زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاء وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ 


Artinya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Al imron : 14) diriwayatkan Imam Bukhari bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki daripada (fitnah) wanita.” Maka menjadi kewajiban atas dirinya sendiri memuliakan dan memelihara kehormatannya dengan menyelamatkan dari fitnah, diantaranya adalah MENUTUP AURAT sebagai kewajiban atas dirinya kepada Alloh Subhannahu wa Ta'ala, Kemudian kewajiban-kewajiban lainnya adalah kewajiban atasnya kepada suami

Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : " Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?" Sabdanya : " Suaminya".

Perilaku Durhaka Istri Terhadap Suami

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab perilaku durhaka istri terhadap suami, antara lain : Kedudukan sosial istri lebih lebih tinggi daripada kedudukan suami, Istri lebih kaya dari suami, Istri lebih pandai dari suami, Watak istri lebih keras dari suami, Istri berasal dari lingkungan budaya yang menempatkan perempuan lebiih berkuasa daripada suami, Istri tidak mengerti tuntunan agama yang menempatkan istri dan suami pada ketentuan yang sebenarnya. Adapun 20 perilaku durhaka istri terhadap suami adalah sebagai berikut :
 = Mengabaikan Wewenang Suami.
Di dalam rumah tangga, istri adalah orang yang berada di bawah perintah suami. Istri bertugas melaksanakan perintah-perintah suami yang berlaku dalam rumah tangganya. Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.
 = Menentang Perintah Suami.
 Di dalam rumah tangga, perintah yang harus dilaksanakan istri adalah perintah suami. Begitu juga larangan yang harus dilaksanakan istri adalah larangan suaminya. Sabda Rasulullah : " Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Hadits tersebut tidak serta merta menempatkan kedudukan suami sederaja dengan Tuhan, tetapi hanya menerangkan bahwa jika hak suami untuk ditaati isstrinya yang sesuai dengan ketentuan Allah itu dilanggar oleh istrinya, ini berarti sama dengan istri melanggar perintah Allah SWT.
 = Memberatkan Beban Belanja Suami.
 Allah SWT telah menegaskan bahwa setiap suami bertanggung jawab memberi nafkah istrinya sesuai dengan kemampuan. Istri yang menyadari bahwa suaminya miskin tidak dibenarkan menuntut belanja dari suaminya hanya mempertimbangkan kebutuhannya sendiri sehingga memberatkan suaminya. = Tidak Mau Bersolek Untuk Suaminya. Para istri diperintahkan untuk berkhidmat pada suaminya, termasuk mengurus dirinya sendiri dengan berhias dan berdandan sehingga dapat menyenangkan hati suaminya dan menimbulkan gairah dalam hidup bersama dirinya.
 = Merusak kehidupan Agama Suami.
Istri diperintahkan untuk membantu suaminya dalam menegakkan kehidupan beragama, sedangkan suami diperintahkan untuk membimbing istri menjalankan agamanya dengan baik. Karena itu, kalau istri tidak mau membatu suami menegakkan agama, apalagi merusak iman dan akhlak agama suami, sudah tentu ia menjerumuskan suaminya ke dalam neraka.
 = Keluar Rumah Tanpa Izin Suami.
 Istri ditetapkan oleh Islam menjadi wakil suami dalam mengurus rumah tangga. Karena itu bilamana ia keluar meninggalkan rumah, maka dengan sendirinya ia harus lebih dulu mendapatkan izin suaminya. Bila ia tidak minta izin dan keluar rumah dengan kemauannya sendiri, maka ia telah melanggar kewajibannya terhadap suami, sedangkan melanggar kewajiban berarti durhaka terhadap suaminya. = Melarikan Diri Dari Rumah Suami Rasulullah saw bersabda : "Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali." (HR. Hakim, dari Ibnu 'Umar) 
= Menerima Tamu Laki-laki Yang Tidak Disukai Suami.
 Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu : a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya. b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)
 = Tidak Menolak Jamahan Lelaki Lain.
 ".... maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya..." (QS. An-Nisaa' (4) ayat 34) Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan. Hal itu menunjukan bahwa perbuatan istri tersebut adalah durhaka terhadap suaminya.
 = Tidak Mau merawat Ketika Suami Sakit.
 Bila seorang istri menolak merawat suami yang sakit dengan alasan sibuk kerja atau tidak ada waktu karena merawat anak, maka ia telah melakukan tindakan yang tidak benar.
= Puasa Sunnah Tanpa Izin Saat Suami Di Rumah. Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: " Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
 = Menceritakan Seluk Beluk Fisik Wanita Lain Kepada Suami. Dari Ibnu Mas'ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: "Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)
 = Menolak Kedatangan Suami Bergilir Kepadanya.
 Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbhakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang bergilir.
= Minta Cerai Tanpa Alasan Yang Sah. 
= Mengambil Harta Suami Tanpa Izinnya. dan seorang wanita ,asih lagi memiliki kewajiban terhadap orang tuanya, serta terhadap anak-anaknya terutama menyangkut hak untuk pendidikan.

 Hak-hak wanita yang harus didapatkan/ditunaikan adalah.....(lihat disini)

Minggu, 14 Oktober 2012

كيفت دع كنزال عرش

DOA KANZUL ARASY
 ِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 
Bismillaahir Rahmanir Rahiim
Dengan menyebut nama allah yang maha pemuran lagi maha penyayang
 لااله الا الله سبحن الملك القدوس
Laa ilaaha illa Allohu subhaana malikil qudduus
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah,mahasuci raja yang mahaqudus.
 لااله الا الله سبحن العزيز الجبار
Laa ilaaha illa Allohu subhaana `aziizil jabbaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa
 لااله الا الله سبحن الرء وف الرحيم
 Laa ilaaha illa Allohu subhaana rauufir rahiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha ssuci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang

 لااله الا الله سبحن الغفور الرحيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana ghafuurir rahiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang
 لااله الا الله سبحن الكريم الحكيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana kariimil hakiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mahamulia lagi mahabijaksana
 لااله الا الله سبحن القوي الوفي
Laa ilaaha illa Allohu subhaana qawiyyil wafiy
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi
 لااله الا الله سبحن اللطيف الخبير
Laa ilaaha illa Allohu subhaana lathiifil khabiir
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mahahalus lagi mahamengetahui
 لااله الا الله سبحن الصمد المعبود
Laa ilaaha illa Allohu subhaana shamadil ma`buud
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi yang disembah
 لااله الا الله سبحن الغفور الودود
Laa ilaaha illa Allohusubhaana ghafuuril waduud
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha pecinta.
 لااله الا الله سبحن الوكيل الكفيل
Laa ilaaha illa Allohusubhaana wakiilil kafii
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung
 لااله الا الله سبحن الرقيب الحفيظ
Laa ilaaha illa Allohu subhaana raqiibil hafizh
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara
لااله الا الله سبحن الدائم القائم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana daa-imil qaa-imi
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang kekal lagi mengurus mahluk nya
 لااله الا الله سبحن المحي المميت
Laa ilaaha illa Allohu subhaana muhyil mumiit
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menghidupkan lagi yang mematikan.
 لااله الا الله سبحن الحي القيوم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana hayyil qayyuum
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus mahluk nya
 لااله الا الله سبحن الخالق البارئ
Laa ilaaha illa Allohu subhaana khaaliqil baari
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi menjadikan
 لااله الا الله سبحن العلي العظيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana aliyyil azhiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha tinggi lagi maha besar
 لااله الا الله سبحن الواحد الاحد
Laa ilaaha illa Allohu subhaana waahidil ahadi
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang satu lagi esa
 لااله الا الله سبحن المئو من المهيمن
Laa ilaaha illa Allohu subhaana mu-minil muhaimini
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memberikan keamanan lagi maha memelihara
 لااله الا الله سبحن الحبيب الشهيد
Laa ilaaha illa Allohu subhaana khabiibisy syahiid
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mencintai lagi maha memyaksikan
 لااله الا الله سبحن الحليم الكريم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana haliimil kariim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia
 لااله الا الله سبحن الاول القديم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana awwalil qadiim Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang pertama lagi maha terdahulu
 لااله الا الله سبحن الاول الاخر
Laa ilaaha illa Allohu subhaana awwalil aakhir Pertama lagi yang terakhir
 لااله الا الله سبحن الظاهر الباطن
Laa ilaaha illa Allohu subhaana zhaahiril baathini
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang lahir lagi yang batin (nyata lagi tersembunyi)
 لااله الا الله سبحن الكبير المتعال
Laa ilaaha illa Allohu subhaana kabiiril muta`aali
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha tinggi
 لااله الا الله سبحن القاضى الحاجات
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal qaadhil haajaat
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memenuhi semua keperluan
 لااله الا الله سبحن رب العرش العظيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaana rabbil `arsyil `azhiim
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menguasai arsyi yang besar
 لااله الا الله سبحن الرحمن الرحيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanar rahmaanir rahiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang
 لااله الا الله سبحن ربي الاعلى
Laa ilaaha illa Allohu subhaana rabbiyal a`laa
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhanku yang maha tinggi
 لااله الا الله سبحن البرهان السلطان
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal burhaanis sulthaan
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memiliki bukti lagi kekuasaan
لااله الا الله سبحن السميع البصير
Laa ilaaha illa Allohu subhaanas samii`il bashiir
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi mahamelihat
 لااله الا الله سبحن الواحد القهار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal waahidil qahhaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang satu lai yang maha mengalahkan
لااله الا الله سبحن العليم الحكيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `aliimil hakiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mahamengetahui lagi maha bijaksana
لااله الا الله سبحن الستار الغفار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanas sattaaril ghaffaar
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lai maha pengampun
 لااله الا الله سبحن الرحمن الديان
Laa ilaaha illa Allohu subhaanar rahmaanid dayaani
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha membalas
لااله الا الله سبحن الكبير الاكبر
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal kabiiril akbar
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha agung lagi maha besar
 لااله الا الله سبحن العليم العلام
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `aliimil `allaam
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa
 لااله الا الله سبحن الشافى الكافي
Laa ilaaha illa Allohu subhaanasy syaafil kaafii
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menyembuhkan lagi maha mencukupi
لااله الا الله سبحن العظيم الباقي
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `azhiimil baaqii
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi kekal
 لااله الا الله سبحن الصمد الاحد
Laa ilaaha illa Allohu subhaanash shamadil ahadi
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu lagi esa
 لااله الا الله سبحن رب الارض والسموت
Laa ilaaha illa Allohu subhaana rabbil ardhi was samaawaat
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menguasai bumi dn langit
 لااله الا الله سبحن خالق المخلوقات
Laa ilaaha illa Allohu subhaana khaaliqil makhluuqaat
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan prncipta semua mahluk
 لااله الا الله سبحن من خلق اليل والنهار
Laa ilaaha illa Allohu subhaana man khalaqal laila wan nahaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menciptakan malam dan siang hari
 لااله الا الله سبحن الخالق الرزاق
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khaaliqir razzaaq
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi yang memberi rizki
 لااله الا الله سبحن الفتاح العليم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal fattaahil `aliim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha memberi keputusan lagi maha mengetahui
لااله الا الله سبحن العزيز الغني
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `aziizil ghaniyyi
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kaya
لااله الا الله سبحن الغفور الشكور
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal ghafuurisy syakuur
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pengampun lagi maha mensyukuri
 لااله الا الله سبحن العظيم العليم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `azhiimil `aliim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui
 لااله الا الله سبحن ذى الملك والملكوت
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil mulki wal malakuut Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit
 لااله الا الله سبحن ذى العزة والعظمة
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil `izzati wal`azhamah
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran
 لااله الا الله سبحن ذي الهيبة والقدرة
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil haibati wal qudrah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan
 لااله الا الله سبحن الكبرياء والجبروت
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memiliki kekuasaan dan kebesaran
 لااله الا الله سبحن الستار العظيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanas sattaaril `azhiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi kesalahan lai maha besar
 لااله الا الله سبحن العالم الغيب
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `aalimil ghaibi
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mengetahui hal yang ghaib
 لااله الا الله سبحن الحميد المجيد
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khamiidil majiid
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia
 لااله الا الله سبحن الحكيم القديم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khakiimil qadiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha bijaksana lagi maha terdahulu
 لااله الا الله سبحن القادر الستار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal qaadiris sattaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha menutupi
 لااله الا الله سبحن السميع العليم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanas samii`il `aliim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mendengar lagi maha mengetahui
 لااله الا الله سبحن الغني العظيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal ghaniyyil `azhiimi
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha besar
 لااله الا الله سبحن العلام السلام
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `allaamis salaam Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui lai maha sejahtera
لااله الا الله سبحن الملك النصير
 Laa ilaaha illa Allohu subhaanal malikin nashiir
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menjadi raja lagi maha penolong
لااله الا الله سبحن الغني الرحيم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal ghaniyyir rahmaan
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha pemurah
 لااله الا الله سبحن القريب الحسنات
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal qariibil hasanaat
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang dekat kebaikan kebaikan nya
لااله الا الله سبحن الولي الحسنات
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal waliyyil hasanaat
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menguaai kebaikan kebaikan
 لااله الا الله سبحن الصبور الستار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanash shabuuris sattaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha penyabar lagi maha menutupi kesalahan
لااله الا الله سبحن الخالق النور
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khaaliqin nuur
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menciptakan nur
لااله الا الله سبحن الغني المعجز
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal ghaniyyil mu`jiz
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan
لااله الا الله سبحن الفاضل الشكور
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal fadhilisy syakuur
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mulia lagi maha mensyukuri
لااله الا الله سبحن الغني القديم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal ghaniyyil qadiim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu
لااله الا الله سبحن ذى الجلال المبين
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil jalaalil mubiin
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mempunyai keagungan lagi maha menerangkan
لااله الا الله سبحن الخالص المخلص
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khaalishil mukhlish
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang murni lai memurnikan
 لااله الا الله سبحن الصادق الوعد
Laa ilaaha illa Allohu subhaanash shaadiqil wa`di
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang benar janji nya
 لااله الا الله سبحن الحق المبين
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khaqqil mubiin
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang hak lagi yang menerangkan
 لااله الا الله سبحن ذى القوة المتين
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil quwwatil matiin
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mempunyai kekuatan lagi maha kokoh
لااله الا الله سبحن القوي العزيز
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal qawiyyul `aziiz
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kuat lagi maha perkasa
 لااله الا الله سبحن الحي الذي لا يموت
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal khayyil ladzii laa yamuut
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang hidup lagi tidak mati
 لااله الا الله سبحن العلام الغيوب
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `allaamil ghuyuub
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha mengetahui semua yang ghaib
لااله الا الله سبحن الستار العيب
Laa ilaaha illa Allohu subhaanas sattaaril `uyuub
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha menutupi semua cacat (aib)
 لااله الا الله سبحن ذى الغفران المستعان
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil ghufraanil musta`aan
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mempunyai ampunan lagi dimintai pertolongan
 لااله الا الله سبحن رب العالمين
Laa ilaaha illa Allohu subhaana rabbil `aalamiin
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan semesta alam
 لااله الا الله سبحن الرحمن الستار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanar rahmaanis sattaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pemurah lagi maha menutupi
 لااله الا الله سبحن الرحيم الغفار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanar rahiimil ghaffaar
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha penyayang lai maha pengampun
 لااله الا الله سبحن العزيز الوهاب
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `aziizil wahhab
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha pemberi karunia
لااله الا الله سبحن القادر المقتدر
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal qaadiril muqtadir
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi memberi kekuasaan
 لااله الا الله سبحن ذى الغفران الحليم
Laa ilaaha illa Allohu subhaanadzil ghufraanil haliim
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memiliki ampunan lagi maha penyantun
 لااله الا الله سبحن الملك الملك
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal malikil mulki
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang memiliki semua kerajaan
 لااله الا الله سبحن البارئ المصور
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal baari-il mushawwir
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk
لااله الا الله سبحن العزيز الجبار
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal `aziizil jabbaar
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha perkasa lagi maha kuasa
 لااله الا الله سبحن الجبار المتكبر
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal jabbaari mutakabbir Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha kuasa lagi maha agung
 لااله الا الله سبحن الله عما يصفون
 Laa ilaaha illa Allohu subhaanallaahi `amma yashifuun
 Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci allah dari apa yang digambarkan oleh mereka (orang orang musyrik)
 لااله الا الله سبحن القدوس السبوح
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal qudduusis subuuh
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan dalan dzat dan sifat nya
 لااله الا الله سبحن رب املئكة والروح
Laa ilaaha illa Allohu subhaana rabbil malaa-ikati warruuh
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan para malaikat dan ruh
 لااله الا الله سبحن ذى الا لاء والنعماء
Laa ilaaha illa Allohu subhaana dzil aalaa-I wan na`maa
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang mempunyai tanda tanda kebesaran dan nikmat
 لااله الا الله سبحن الملك المقصود
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal malikil maqshuud
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci raja yang menjadi tujuan
 لااله الا الله سبحن الحنان المنان
Laa ilaaha illa Allohu subhaanal hannaanil mannaan
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, maha suci Tuhan yang maha pengasih lagi maha pemberi anugerah
لااله الا الله سبحن ادم صفي الله
Laa ilaaha illa Allohu subhaana Aadamu shafiyyullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, adam pilihan allah
 لااله الا الله سبحن نوح نجي الله
Laa ilaaha illa Allohu subhaana Nuuhu najiyyullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, nuh orang yang diselamatkan oleh allah
 لااله الا الله سبحن ابراهيم خليل الله
Laa ilaaha illa Allohu subhaana Ibraahiimu khaliilullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, ibrahim kekasih allah
 لااله الا الله سبحن اسمعيل ذبيح الله
 Laa ilaaha illa Allohu subhaana Ismaa`iilu dzabiihullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, ismail yang disembelih allah
 لااله الا الله سبحن موسى كليم الله
Laa ilaaha illa Allohu subhaana Muusaa kalimullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, musa orang yang diajak berbicara oleh allah
 لااله الا الله سبحن داود خليفة الله
Laa ilaaha illa Allohu subhaana Daawuudu khaaliifatullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, daud khalifah yang diangkat oleh allah
 لااله الا الله سبحن عيسى روح الله
Laa ilaaha illa Allohu subhaana `Iisaa ruuhullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, ‘isa adalah ruh ciptaan allah
 لااله الا الله محمد رسو ل الله
Laa ilaaha illa Allohu , Muhammadur rasuulullaah
Tiada Tuhan yang berhak disembah selain allah, muhammad utusan allah
 اللهم ارحمنا ببركة توراة موسى وانجيل عيسى وزبورداود وفرقان محمد رسو ل الله صلى الله عليه وسلم برحمتك ياارحم الراحمين 
Allahummar hamnaa bibarakati Tauraati Muusaa wainjiili `iisaa wazabuuri daawuuda wafurqaani muhammadir rasuulillaahi shallallaahu `alaihi wasallama birahmatika yaa arhamar raahimiiin
Yaa allah, rahmatilah kami berkat taurat musa, injil isa, zabur daud dan al qur’an muhammad Saw utusan allah, dengan rahmatmu wahai yang mah penyayang diantara para penyayang
 والحمد لله رب العالمين 
Wal hamdu lillaahi rabbil `aalamiin
Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Kaifat, berkah dan kemasyhuran doa kanzul arasy tergolong doa yang masyhur dikalangan  orang muslim.
Kanzul Arasy artinya perbendaharaan yang tersimpan dalam Arasy.
Barangsiapa yang sering membaca doa ini insya Allah segala hajatnya akan dikabulkan dan semua cita-citanya dapat tercapai. Selain itu anak cucunya akan mendapat berkahnya dan dimurahkan rezekinya. Doa ini dinamakan rajanya segala doa, yang tidak terhitung keutamaan dan faedahnya.

Kamis, 27 September 2012

Dzikir dan Doa setelah Sholat Fardhu ( arabic)

Dzikir Selesai Sholat Fardlu boleh dengan suara pelan ataupun zahar , namun tidak sampai berteriak apalagi sampai mengganggu orang lain.((HR. Al-Bukhory dan Muslim - Al-Adzkaar halaman 67).
Diantara doa yang pernah dibaca Rosululloh adalah :
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الرَّحْمَنُ الرَّحِيْمُ,
ASYHADU AN LAA ILAAILAAHA ILLALLOHUR-RO_HMAANUR RO_HIIIM
Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
اللَّهُمَّ أَذْهِب ْعَنِّي الْهَمَّ وَالْحَزَنَ
ALLOHUMMA ADZ-HIB 'ANNILHAMMA WAL _HAZAN
Ya Alloh hilangkanlah dari kesusahan dan kegelisahan( رواه ابن السُـنِّي ((الأذكار النووي ص69)
lihat kitab Al-Adzkaar An-Nawawy halaman 69
Dibaca ketika salam (saat mengusap kening )
kemudian dilanjutkan dengan dzikir-dzikir sebagai berikut:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العظيم
ASTAGHFIRULLOH ALLADZI LAA ILLAAHA ILAALLOH 3X
Aku mohon ampunanMu Ya Alloh 3X (HR. Muslim no.931)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمْ
ALLOHUMMA ANTAS SALAAM
Ya Alloh Engkau Dzat pemberi Anugrah keselamatan
وَمِنْكَ السَّلاَمْ
WA MINKAS SALAAM
dan hanya dariMu ke-selamatan
تَبَارَكْتَ ربنا يَا ذَالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ
TABAAROKTA ROBBANA YAA DZAL JALAALI WAL IKROOM
Maha Agung Engkau wahai Dzat yang mempunyai keagungan dan kemulyaan رواه مسلم931 (HR Muslim no.931)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
LAA ILAAHA ILLALLOHU WA_HDAHUU LAA SYARIKA LAHUU 10x
tiada Tuhan selain Alloh satu-satunya Tuhan yang tiada sekutu baginya
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ
LAHULMULKU WALAHUL_HAMDU YU_HYII WAYUMIITU
hanya kepunyaan Alloh seluruh kerajaan dan segala puji hanya bagi Alloh yang menghidupkan dan mematikan
بِيَدِهِ الْخَيْرُ
BIYADIHIL KHOIIR
pada kekuasaanNya-lah segala kebaikan
وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيِئٍ قَدِيْرٌ
WAHUWA 'ALAA KULLI SYAI'IN QODIIR
dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
ketika sholat Maghrib / Shubuh ditambahkan Al Fatihah:

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِين * ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ * مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ * إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ * ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ * صِرَٲطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ *
kemudian bacaan ayat qursy

وَإِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬‌ۖ لَّآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ 
Wa ilahukum ilahu wakhid , La ilaahailla huwarrohmaanurrokhiim hai kamu semua, Tuhanmu itu hanya satu, tidak ada Tuhan selain 'Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang'.
teruskan dengan membaca 'ayat Kursi' sebagaimana dibawah ini,

ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡحَىُّ ٱلۡقَيُّومُ‌ۚ لَا تَأۡخُذُهُ ۥ سِنَةٌ۬ وَلَا نَوۡمٌ۬‌ۚ لَّهُ ۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرۡضِ‌ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشۡفَعُ عِندَهُ ۥۤ إِلَّا بِإِذۡنِهِۦ‌ۚ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ‌ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىۡءٍ۬ مِّنۡ عِلۡمِهِۦۤ إِلَّا بِمَا شَآءَ‌ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ‌ۖ وَلَا يَـُٔودُهُ ۥ حِفۡظُهُمَا‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِىُّ ٱلۡعَظِيمُ
Allohu laa Ilaaha Illa huwal hayyul qoyyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa nauum.
Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u 'indahuu illaa bi idznihi. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min 'ilmihii illaa bi maasyaa-a. Wasi'a kursiyyuhussamaawaati wal ardh. Wa laa ya-udhuu hifhuhumaa wahuwal 'aliyyul azhiim.

kemudian teruskan dengan beberapa ayat dari Al Qur'an dibawah ini,
شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ وَأُوْلُواْ ٱلۡعِلۡمِ قَآٮِٕمَۢا بِٱلۡقِسۡطِ‌ۚ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَڪِيمُ *
Syahidallohu annahu La ilaa ha ila huwa walmalaikatu wa ulul ilmi qoiman bil qisthi La ilaa ha illa huwal aziizul hakiim.
إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُ‌ۗ
Inna diinai'ndallohilislam
agama disisi Alloh adal islam

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِى ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ ٱلۡخَيۡرُ‌ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ * تُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيۡلِ‌ۖ وَتُخۡرِجُ ٱلۡحَىَّ مِنَ ٱلۡمَيِّتِ وَتُخۡرِجُ ٱلۡمَيِّتَ مِنَ ٱلۡحَىِّ‌ۖ وَتَرۡزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٍ۬ *
Qulillohumma malikulmulki, tu'tilmulka man tasyaa', wa tanziulmulka miman tasyaa' wa tu'izu man tasyaa' wa tudzillu man tasyaa' biyadikal khoir Innaka alaa kulli syaiin qodiir. Tuulijullaila finnahaari wa tuulijunnaaharo fillaili, Wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijulmayyita minal hayyi, Wa tarzuqu man tasyaa' bi ghoiri hisaab
(إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ... (اِلَهِ يَا رَبِ
illaahi yaa Robbi ( ilahanaa robbana =dibaca bila berjamaah) anta maulana
Membaca tasbih yaitu سُبْحَانَ اللهُ “Subhanalah” 33 x,
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًاَ قََائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
Subhannallohil ‘adhiim daa iman qooiman abadan
Baca tahmid yaitu ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ “ Alhamdulillah” 33 x,
اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَبِنِعْمَةِ يَا كَرِيْمُ
Alhamdulillahi robbil ‘alamiin ‘ala kulli hallin wa fii kulli halin wa ni’matin yaa kariim
Baca takbir yaitu اللهُ أَكْبَرُ“Allahu Akbar” 33 x,
dan disempurnakan dengan
 “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR” .
(Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam shahihnya).

dan tambahkan tahlil لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ sebanyak 40x
"HasbunalLâh Wani'mal-Wakîl",
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". (QS. 3:173)
“Ni'mal-Mawla Wani'man-Nashîr"
"Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong”. (QS. 8:40)
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ
Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العظيم
Astagfirulloh hal ‘adhiim.. Selanjutnya berdoa seperti contoh berikut:

وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Doa pembuka:
بسم الله الرحمن الرحيم اَلِحَمدُ ِللهِ رَبِ العَالَمِينَ حَمدًا يُوَفِئ نِعَمَهُ وَ يُكَافِْ مَزِيدَهُ يَا رَبَنَا لَكَالحَمدُ وَلَكَ الشُكرُكَمَا يَنبَغِي لِجَلاَلِ َوَجهِكَ الكَرِم وَعَظِيمِ سُلطَانِك
BismillahirRohmaanirRohiim
Alhamdulillahirobbil a'lamiin, hamdan yuuafii ni'mahu wa yukafii maziidah yaa Robbanaa lakalhamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhikal kariim wa aziim sulthonik sholawat tunjina:
اَلَلهُمَ صَلِ عَلَ سَيِِِِِدِ نَا مُحَمَدُ صَلاَ ةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعَ الْحَا جَاتِ وَتُطَهِرُنَا بِهَا مِنْ جَمِعَ السَِئَاتِ وَتَرْ فَعُنَا بِهَا عِنْدَ كَ اَعْلَى الدَ رَجَاتِ وَتُبَلِغُنَا بِهَا اَقْصَى الغَا يَاتِ مِنْ جَمِيْعَ الخَيْرَتِ فِىْ اْلحَيَاةِ وَبَعْدَاْلمَمَاتِ اِنَكَ عَلىَ كُلِ شَئٍْ قَدِيْرٌ
Allohumma Sholli ‘alaa sayidinaa Muhammadin sholatan tunjinaa bihaa min jami'il ahwaali wal afaat, wa taqdhilanaa bihaa min jami'il hajaat, wa tuthohirunaa bihaa min jami'is sayi'at, wa tarfa'unaa bihaa 'indaka a'laa ddarojaat, wa tubalighunaa bihaa aghsol ghoyati min jami'il khoirot fil hayaati wa ba'dal mamaati innaka ‘ala kulli syai in qodiir.
Doa ampunan:
untuk diri sendiri dan orang tua
Robbighfirlii waliwalidayya warhamhumma kama Robbayani Shoghiro "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka" wal jamiil mu'minin wal mu'minat wal muslimiina wal muslimat al akhyaa' i minhum wal amwaat
Kemudian tambahkan doa-doa lain yang di inginkan:
(silahkan lihat note/catatan di kumpulan doa-doa mustajabah)
Doa mohon hidayah:
 رَبَنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَ بَعْدَ اِدْ هَدَيْتَنَا وَهَبْلَنَا مِلَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَكَ أَنْتَ اْلوَ هَابُ
“ Robbana latuzig qullubana ba’daidz haddaitana wahabblana miladunka, rohmatan innaka antal wahab” (Ali Imron; 8 )
"Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena Sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)".
 Doa sapu jagat
رَبَنَاَ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Robbanaa aaatinaa fiddunyaa khasanah, wa fil aakhiroti khasanah, wa qinaa 'adzabannaar.
Doa mohon diterima amal ibadah:
Allohumma innaka antas sami’ul ‘aliim watub ‘alaina innaka antattawaburrohiim Doa penutup:
Subhana robbika robbul ‘izati ‘amma yaasifuun wa salamun ‘alal mursaliin Wa shollallohu alaa sayidinaa muhammad wa alaa aalihii wa shohbihii wa sallim, walhamdulillahi robbil 'alamiin.
Aamiin.

mohon maaf atas kesalahan penulisan, dan insya Alloh selalu ingin kami perbaiki, atas koreksi Antum, kami ucapkan terima kasih..Lebih Lengkap Kunjungi .........FACEBOOK PAGE KDDM

Senin, 03 September 2012

Di antara sebab terkabulnya Do'a


bershalawat kepada Nabi pada permulaan pertengahan dan akhir do'a,
Mengakui segala dosa yang telah diperbuat,
Bersyukur kepada Alloh Subhannahu wa Ta’ala atas segala nikmat-Nya,
Memanfaatkan waktu-waktu khusus yang memiliki keutamaan terkabulnya do'a pada saat tersebut.

Waktu-waktu khusus ini banyak sekali, di antaranya:
Pada setiap hari dan malam, yaitu sepertiga malam terakhir ketika Alloh Subhannahu wa Ta’ala turun ke langit dunia,
Antara adzan dan iqamah,
Setelah wudhu, pada waktu sujud,
Sebelum salam dalam shalat,
Setelah selesai shalat fardhu,
Ketika khatam Al-Qur`an,
Ketika mendengar ayam berkokok,
Ketika dalam perjalanan,
Do'a orang yang terzhalimi,
Do'a orang yang dalam kesulitan,
Do'a seorang ayah untuk anaknya,
Do'a seorang mu'min untuk saudaranya yang mu'min tanpa sepengetahuannya,
Ketika menghadapi musuh di medan perang.

Pada setiap pekan:
hari Jum'at,terutama pada saat-saat terakhirnya.

Pada bulan-bulan tertentu:
bulan Ramadhan di saat berbuka dan sahur,
malam Lailatul Qadar,dan hari Arafah.

Pada tempat-tempat yang mulia:
di semua masjid,
di Ka'bah terutama di Multazam,
di maqam Ibrahim a'laihissalam,
di atas Shafa dan Marwah, di Arafah,
Muzdalifah dan Mina pada musim haji,
ketika minum air zam-zam,

Rabu, 15 Agustus 2012

Lafaz Takbir Arabic dan terjemah Bahasa Indonesia

Dalam rangka menyambut Datangnya Hari kemenangan, dan hari kembalinya Kesucian Hati kaum muslim
maka Kami bertakbir demi mengagungkan Asma Alloh Subhannahu wa Ta'ala seraya memohon maaf lahir dan batin...
adapun lafaz takbir yang biasa berkumandandang menjelang 1 syawal pada Hari raya Iedul Fitri atau hari raya Idul Adha adalah sebagai berikut:

َاللهُ اكبَرُ- اللهُ اَكْبَرُ- اللهُ اكبَرُ لااِلهَ الااللهُ وَاللهُ اكبَرُاَللهُ اكبَرُ وَللهِ الحَمْ
Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar.....Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd. 
Artinya :
Allah maha besar (3X)  Tiada Tuhan selain Allah,  Allah maha besar
  Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.
اللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحَمْ
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,...
wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa.
Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiin walau karihal - kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun. Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah. Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.

Artinya:
Allah maha besar dengan segala kebesaran, Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.
Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafiq dan musyrik membencinya.
Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya.
Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah.


demikian semoga bermanfaat bagi kita semua, dengan senintasa mengharap pahala dari Alloh Subhannahu wa Ta'ala.. Amiin Yaa Robb


”Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Ja’alanallaahu Minal 'Aidin wal Faizin”

versi MP3
download TakbiranH.Muammar.ZA.mp3

Minggu, 05 Agustus 2012

Dalil Pelaksanaan Tempat Sholat Ied

Pengertian Shalat 'Id.
Shalat ‘Id itu ada dua macam; Shalat ‘Idul Fithri dan Shalat ‘Idul Adha
1.      Shalat 'Idul Fithri ialah shalat dua raka'at yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawwal.
2.      Shalat 'Idul Adha ialah shalat dua raka'at yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzul Hijjah.

Hukum shalat 'Id adalah sunnah muakkadah, karena sejak disyari'atkannya Shalat 'Id (tahun dua Hijriyah) sampai akhir hayatnya, Rasulullah senantiasa melaksanakannya. Jumlah raka'atnya ada dua raka'at. Waktunya sejak Saat matahari naik sepenggalah sampai dengan saat zawal (matahari condong sedikit ke barat). Dalam melaksanakan Shalat 'Id, disunnahkan berjama'ah dan setelah Shalat, imam disunnahkan membaca dua kali khotbah seperti khothbah Juma'ah.

Tempat Pelaksanaan Shalat 'Id
    Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaan Shalat 'Id itu, tidak disyaratkan harus di masjid. Ini artinya umat Islam boleh melaksanakannya di masjid dan boleh juga di tempat yang bukan masjid. Mari kita perhatikan perilaku Rasulullah SAW , tinadakan shahabat dan beberapa pendapat ulama mujtahid di bawah ini:
a.    Hadist riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نُخْرِجَ إلى المصلى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ في العيدين وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ. (متفق عليه)
Artinya:
Dari Ummi 'Athiyah, dia berkata: kita diperintahkan oleh Nabi untuk mengajak para gadis dan perempuan yang sedang haidl keluar/pergi ke mushalla (tempat Shalat) pada hari raya, agar mereka menyaksikan hal-hal yang baik dan do’a kaum muslimin. (HR. Bukhari dan Muslim)

b.    Hadits riwayat Imam Muslim
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِى العيدين الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمر الْحُيَّضُ أن يَعْتَزِلْنَ مصلى الْمُسْلِمِينَ.
Artinya :
“Dari Ummi 'Athiyah, dia berkata: Nabi memerintahkan agar kita mengajak keluar pada hari raya para gadis dan wanita yang dipingit. Dan beliau memerintahkan agar wanita yang sedang haidl menjauh dari lokasi mushalla kaum muslimin”. (HR. Muslim).
Dua buah hadits ini, pengertiannya tidak menunjukkan bahwa Nabi melakukan shalat id di sembarang lapangan, sebagaimana yang difahami oleh sebagian komunitas muslim Indonesia. Akan tetapi hadits tersebut memberi pengertian bahwa Nabi melaksanakan shalat hari raya di mushalla/tempat shalat yang memang dikhususkan untuk shalat id. Ingat kata المصلى dalam hadits yang pertama diberi al mu’arrifah yang mempunyai arti mushalla tertentu, dan dalam hadits kedua dimudlofkan pada kata المسملين. (mushallanya orang-orang Islam).
ma’na  “mushalla” itu sendiri, secara bahasa biasa difahami sebagai tempat shalat, namun secara terminology, ’Umar bin Abi Syaibah berkata: “Mushalla dengan men-dhammah-kan “mim” adalah sebuah tempat yang luas berada di luar pintu masuk kota Madinah (sebelah timur), kira-kira jaraknya seribu hasta dari pintu Masjid Nabi. (lihat: Umdatul Qari’ oleh: ‘Al-Allamah Al-‘Ainie V/ 279, ‘Aunul Barie li Halli Adillati Shahihil Bukharie oleh: Al-‘Allamah Sayyid Shiddieq Hasan Khan II/ 364,

Hal ini sesuai dengan keterangan dalam kitab Subulus Salam syarah Bulughul Maram juz II hal. 69
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا كَانَ يَوْمُ الْعِيدِ خَالَفَ الطَّرِيقَ .أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ، يَعْنِي أَنَّهُ يَرْجِعُ مِنْ مُصَلَّاهُ مِنْ جِهَةٍ غَيْرِ الْجِهَةِ الَّتِي خَرَجَ مِنْهَا إلَيْهِ.


Artinya :
“Bahwasanya ketika hari raya, Rasulullah menempuh jalan yang bebeda, yakni kembali dari mushallanya melewati arah yang tidak beliau lewati sewaktu berangkat menuju mushalla”.
Dan sesuai dengan kitab Subulus Salam juz II hal. 67 :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إلَى الْمُصَلَّى وَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ ثُمَّ يَنْصَرِفُ فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ وَالنَّاسُ عَلَى صُفُوفِهِمْ فَيَعِظُهُمْ وَيَأْمُرُهُمْ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ) إلى أن قال: فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى شَرْعِيَّةِ الْخُرُوجِ إلَى الْمُصَلَّى ، وَالْمُتَبَادَرُ مِنْهُ الْخُرُوجُ إلَى مَوْضِعٍ غَيْرِ مَسْجِدِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَهُوَ كَذَلِكَ فَإِنَّ مُصَلاَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَحَلٌّ مَعْرُوفٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ بَابِ مَسْجِدِهِ أَلْفُ ذِرَاعٍ.
Artinya :
“Bahwasanya Rasulullah SAW pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adlha keluar ke mushalla (Al-Hadits). Hadits ini sebagai dalil disyari’atkannya keluar menuju/ke mushalla. Dari hadits ini pula dengan mudah difahami bahwa keluarnya Nabi itu ke sebuah tempat yang bukan masjid dan memang benar demikian, karena sesungguhnya mushallanya Nabi itu berupa suatu tempat yang telah diketahui oleh banyak orang yang mana jarak antara mushalla dan pintu masjidnya Nabi ada seribu dzira’ (± 500 m.)
Kemudian masalah wacana masjid harus dikosongkan dan orang-orang harus berbondong-bondong pergi ke lapangan, jelas ini tidak sesuai dengan tindakan sababat Nabi dan ijtihad para ulama.
Mari kita simak keterangan-keterangan kitab di bawah ini :
a.        Kitab Subulus Salam juz II hal. 71 :

وَقَدْ اخْتَلَفَ الْعُلَمَاءُ عَلَى قَوْلَيْنِ هَلْ الْأَفْضَلُ فِي صَلَاةِ الْعِيدِ الْخُرُوجُ إلَى الْجَبَّانَةِ أَوْ الصَّلَاةُ فِي مَسْجِدِ الْبَلَدِ إذَا كَانَ وَاسِعًا ؟ الثَّانِي: قَوْلُ الشَّافِعِيِّ أَنَّهُ إذَا كَانَ مَسْجِدُ الْبَلَدِ وَاسِعًا صَلَّوْا فِيهِ وَلَا يَخْرُجُونَ، وَالْقَوْلُ الْأَوَّلُ لِلْهَادَوِيَّةِ وَمَالِكٍ أَنَّ الْخُرُوجَ إلَى الْجَبَّانَةِ أَفْضَلُ، وَلَوْ اتَّسَعَ الْمَسْجِدُ لِلنَّاسِ وَحُجَّتُهُمْ مُحَافَظَتُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ذَلِكَ ؛ وَلِقَوْلِ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَإِنَّهُ رُوِيَ أَنَّهُ خَرَجَ إلَى الْجَبَّانَةِ لِصَلَاةِ الْعِيدِ، وَقَالَ : لَوْلَا أَنَّهُ السُّنَّةُ لَصَلَّيْت فِي الْمَسْجِدِ، وَاسْتَخْلَفَ مَنْ يُصَلِّي بِضَعَفَةِ النَّاسِ فِي الْمَسْجِدِ. إهـ باختصار
Artinya :
“Pendapat para ulama berbeda menjadi dua dalam hal shalat id,manakah yang afdlol, apakah dilaksanakan di tanah lapang ataukah di masjid yang luas? Imam Syafi’i berpendapat apabila masjid di sebuah negeri itu luas, maka kaum muslimin melaksanakan shalat id di masjid tidak usah keluar ke tanah lapang. Golongan Hadawiyah dan Imam Malik berpendapat : keluar ke tanah lapang itu lebih afdlol walaupun masjidnya luas, alasan mereka karena selalu melaksanakannya di tanah lapang. Dan perkataan Sayyidna Ali ketika beliau keluar ke tanah lapang utnk melaksanakan shalat id : andaikata hal itu bukan sunnah niscaya aku shalat di masjid, dan beliau istikhlaf/menunjuk orang lain agar melaksanakan shalat id di masjid bersama kaum yang tidak mampu.
b.        Kitab Al-Madzahibul Arba’ah juz II hal. 71 :

وَمَتَى خَرَجَ اْلإِمَامُ لِلصَّلاَةِ فِيْ الصَّحْرَاءِ نُدِبَ لَهُ أَنْ يَسْتَخْلِفَ غَيْرَهُ لِيُصَلِّيَ بِالضُّعَفَاءِ الَّذِيْنَ يَتَضَرَّرُوْنَ بِالْخُرُوْجِ إِلَى الصَّحْرَاءِ لِصَلاَةِ الْعِيْدِ بِأَحْكَامِهَا الْمُتَقَدِّمَةِ، لأَنَّ صَلاَةَ الْعِيْدِ يَجُوْزُ أَدَاؤُهَا فِيْ مَوْضِعَيْنِ.
Artinya :
“Bila pemimpin negara melaksanakan shalat id di shahra’, dia disunnatkan agar istikhlaf/menunjuk orang lain untuk melakukan shalat id bersama orang yang tidak mampu yang merasa berat untuk keluar ke shahra’ dengan beberapa keterangan hukum yang terdahulu, karena shalat id itu boleh dilaksanakan di dua tempat.
c.        Kitab Asy-Syarwani Alat Tuhfah :

وَيَسْتَخْلِفُ نَدْبًا إِذَا ذَهَبَ إِلَى الصَّحْرَاءِ مَنْ يُصَلِّى فِيْ الْمَسْجِدِ بِالضَّعَفَةِ وَمَنْ لَمْ يَخْرُجْ.
Artinya :
“Hukumnya Sunnat ketika pemimpin negara pergi ke shahra’ menunjuk seseorang untuk melaksanakan shalat id di masjid bersama orang-orang yang tidak mampu dan orang-orang yang tidak ikut keluar ke shahra’”.
d.        Kitab Fathul Wahhab juz I hal. 83 :

(وَفِعْلُهَا بِمَسْجِدٍ أَفْضَلُ) لِشَرَفِهِ (لاَ لِعُذْرٍ) كَضِيْقِهِ فَيُكْرَهُ فِيْهِ لِلتَّشْوِيْشِ بِالزِّحَامِ وَإِذَا وُجِدَ مَطَرٌ أَوْ نَحْوُهُ وَضَاقَ الْمَسْجِدُ صَلَّى اْلاِمَامُ فِيْهِ وَاسْتَخْلَفَ مَنْ يُصَلِّي بِبَاقِي النَّاسِ بِمَوْضِعٍ آخَرَ. (وَإِذَا خَرَجَ) لِغَيْرِ الْمَسْجِدِ (اسْتَخْلَفَ) نَدْبًا مَنْ يُصَلِّي وَيَخْطُبُ (فِيْهِ) بِمَنْ يَتَأَخَّرُ مِنْ ضَعَفَةٍ وَغَيْرِهِمْ.
Artinya :
“Melaksanakan shalat id di masjid itu lebih afdlol, karena masjid adalah tempat yang mulia, jika tidak ada udzur seperti sempitnya masjid. Kalau keadaan masjid itu sempit maka makruh hukumnya shalat ‘id di masjid karena orang-orang merasa tertanggu disebabkan berdesakan. Bila terjadi hujan atau semisalnya sedangkan mesjidnya sempit maka pemimpin negara melaksanakan shalat di masjid dan dia istikhlaf/menunjuk orang lain agar melaksanakan shalat di tempat lain. Dan apabila pemimpin negara keluar untuk melaksanakan shalat di tempat selain masjid dia disunnatkan istkhlaf/menunjuk orang lain melaksanakan shalat id sekalian berkhotbah di masjid bersama orang yang tertinggal, baik orang yang tidak mampu atau yang lain.
e.        Kitab Al-Madzahibul Arba’ah juz I hal. 351 :

الشَّافِعِيَّةُ قَالُوْا : فِعْلُهَا فِي الْمَسْجِدِ أَفْضَل لِشَرَفِهِ إِلاَّ لِعُذْرٍ كَضِيْقِهِ فَيُكْرَهُ فِيْهِ لِلزِّحَامِ وَحِيْنَئِذٍ يُسَنُّ الْخُرُوْجُ لِلصَّحْرَاءِ.
Artinya :
“Golongan madzhab Syafi’i berpendapat : melaksanakan shalat id di masjid itu lebih utama karena masjid itu tempat yang mulia, kecuali karena udzur seperti sempitnya masjid, maka hukumnya makruh melaksanakannya di masjid karena berdesakan. Jika demikian halnya, maka disunnatkan keluar ke shahra’”.

Uraian :
1.  Setelah memahami beberapa hadits tentang pelaksanaan shalat id, para ulama kita berkesimpulan bahwa lapangan yang ada di zaman sekarang ini di banding dengan mushallal id nya Nabi, itu jelas tidak ada kesamaan sama sekali. Hal ini bisa kita fahami :
a.  Dari hadits Ummi ‘Athiyah yang menerangkan bahwa mushallanya Nabi itu terpelihara kehormatannya dan kesuciannya. Hal ini terbukti dalam riwayat tersebut bahwa wanita yang sedang haidl di perintahkan agar menjauh dari mushalla. Sedangkan lapangan kita sama sekali tidak terpelihara kehormatan dan kesuciannya, mungkin ada kotoran binatang, bahkan kotoran manusia di situ.
b.  Dari hadits riwayat Abi Sa’id, bahwa mushallal id nya Nabi adalah sebidang tanah yang telah ditentukan/diketahui oleh banyak orang bahwa sebidang tanah itu adalah tempat shalat id.

وَعَنْهُ أَيْ أَبِيْ سَعِيْدٍ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى.
Kemudian riwayat tersebut disyarahi/ diperjelas oleh syaikh Muhammad bin Isma’il Al-Kahlani sebagai berikut :

فَإِنَّ مُصَلاَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَحَلٌّ مَعْرُوْفٌ، بَيْنَهُ وَبَيْنَ بَابِ مَسْجِدِهِ أَلْفُ ذِرَاعٍ. (سبل السلام شرح بلوغ المرام جزء ثاني ص 67)
Sedangkan lapangan kita -sebagaimana banyak orang tahu- adalah tempat berbagai macam kegiatan, bahkan sering ditempati kegiatan maksiat dan perbuatan munkarat.
2.  Karena sesuai dengan apa yang diamalkan oleh sahabat Ali ra dan difatwakan oleh para Imam madzhab : apabila pimpinan negara melakukan shalat di As-Shahra’ (isim ma’rifat, bukan sembarang lapangan) maka dia disunnatkan istikhlaf/menunjuk orang lain untuk melakukan jamaah shalat id di masjid, tanpa mengosongkannya begitu saja.