Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2016

Pengertian Domain, Hosting, URL, HTTP, WWW Dan FTP Serta Contohnya

Seperti yang kita ketahui, untuk mengakses sebuah website, pada dasarnya yang kita hubungi adalah IP Address dari komputer tersebut. Akan tetapi karena untuk mengingat barisan angka IP Address itu sangat sulit, sehingga munculah solusi dengan menerjemahkan IP Address tersebut kedalam sebuah Nama Domain dengan menggunakan DNS. Untuk mengerti lebih lanjut tentang DNS, penulis sudah pernah membahasnya pada artikel yang lalu. Kali ini, penulis akan membahas isi dari domain tersebut serta hal-hal yang berhubungan dengan nama Domain.

Pengertian Domain

Domain adalah sebuah nama unik yang digunakan sebagai identifikasi nama server komputer seperti web server maupun mail server. Domain adalah nama yang digunakan untuk menggantikan deretan IP Address agar mudah diingat. Domain juga sering kali disebut sebagai URL yang merupakan sebuah kesatuan dari website. Jadi dengan adanya domain, kita tidak perlu repot-repot mengingat IP Address. Tetapi kita juga tetap dapat mengakses komputer tersebut menggunakan IP Address.
Contoh dari domain adalah 
tutorialkomputerlengkap.com

Pengertian Hosting

Hosting adalah sebuah layanan penyewaan ruang / space untuk menyimpan data-data tertentu di internet. Salah satu layanan hosting yang sering dipakai adalah Web Hosting, yaitu sebuah layanan yang menyediakan tempat untuk website. Web hosting biasanya menyediakan sebuah alamat yang disewakan kepada perorangan atau perusahaan. Alamat tersebut kemudian diterjemahkan menjadi Domain yang dipesan oleh penyewa domain.

Pengertian URL (Uniform Recource Locator)

Uniform Recource Locator adalah sebuah deretan karakter yang menunjukan lokasi dari data yang akan diakses. Seringkali, URL disamakan dengan Domain, tetapi sebenarnya URL lebih dari itu, karena URL menunjukan secara lengkap lokasi dari data yang akan diakses. Contohnya untuk mengakses halaman yang spesifik dari suatu website.
Contoh dari URL adalah 
http://www.tutorialkomputerlengkap.com/2016/01/rekomendasi-bahasa-pemrograman-yang.html

Pengertian HTTP (Hyper Text Transfer Protocol)

Jika URL menunjukan secara keseluruhan dari suatu halaman website, HTTP merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengakses isi dari halaman HTML. Halaman HTML adalah sebuah halaman yang dibuat menggunakan bahasa Markup. Untuk mengakses HTML digunakan metode HTTP. HTTP adalah singkatan dari Hyper Text Transfer Protocol.
Saat ini ada satu metode yang aman untuk mengakses sebuah halaman HTML yaitu menggunakan metode HTTPS atau Secure HTTP

Pengertian WWW (World Wide Web)

WWW adalah singkatan dari World Wide Web. WWW seringkali disalah artikan sebagai Internet, tetapi sebenarnya WWW hanya sebagian dari internet. WWW adalah sebuah sistem dokumen yang memiliki format hypertext yang saling terhubung satu sama lain, dokumen tersebut berisi informasi, tulisan, gambar, video, dan multimedia lainya, agar yang ada didalamnya dapat diakses melalui web browser. WWW banyak disalah artikan sebagai internet karena hampir sebagian besar dokumen yang diakses oleh masyarakat menggunakan format hypertext, dan untuk membukanya digunakan WWW.
Contoh pengguanaanya adalah sebagai berikut
www.tutorialkomputerlengkap.com

Pengertian FTP

File Transfer Protocol adalah sebuah fasilitas di internet yang menyediakan layanan untuk Upload dan Download file melalui internet. Metode pengiriman menggunakan FTP sebenarnya tidak aman, karena file yang digunakan tidak di-enkripsi terlebih dahulu.

Itulah tadi pembahasan tentang Domain, URL, HTTP, WWW dan FTP. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Minggu, 27 Desember 2015

Hal-Hal Ini Akan Menjadi Penyebab Kuota Internetmu Cepat Habis

Saat ini kebutuhan akan internet sangat tinggi, banyak orang yang selalu terhubung dengan internet. Untuk terhubung dengan internet biasanya kita menggunakan paket daya yang menggunakan kuota. Kuota adalah jumlah paket data yang bisa digunakan untuk terhubung dengan internet. Paket kuota banyak dipilih karena lebih murah daripada paket unlimited, walaupun paket kuota memiliki batas pemakaian, tidak seperti paket unlimited.
Karena paket kuota memiliki jumlah batas data, kadang tanpa terasa paket data yang kita gunakan sudah mencapai batasnya, atau kuota habis tanpa disadari oleh penggunanya. Pada artikel ini penulis akan memberikan beberapa hal yang menjadi Penyebab Kuota Internet Cepat Habis. Apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan kuota internet cepat habis, simak saja berikut ini

Penyebab Kuota Internet Cepat Habis

1. Video Streaming Atau Upload Video

Untuk melakukan streaming di internet dibutuhkan kuota internet yang sangat banyak, karena kita harus mendownload file video yang ukuranya sangat besar. Terutama untuk video dengan kualitas HD, jenis video dengan kualitas HD memiliki ukuran yang sangat besar. Selain streaming, upload video juga juga memakan banyak kuota, karena lagi lagi ukuran file mempengaruhi.

2. Download File/ Upload File

Download juga merupakan salah satu hal yang dapat menguras kuota data internet. Aktifitas mendownload membutuhkan kuota yang sesuai dengan besaran ukuran file tersebut. Jika teman-teman memiliki hobi mendownload, penulis sarankan untuk tidak menggunakan paket kuota, lebih baik menggunakan paket unlimited yang tidak memiliki batas penggunaan data.

3. Melakukan Video Chat

Video chat merupakan salah satu fasilitas yang disukai. Saat ini ada banyak aplikasi video chat seperti Skype, Camfrog dan masih banyak lagi. Video chat akan terus mengambil kuota selama video tersebut diputar. Oleh karena itu, untuk menghemat kuota lebih baik tidak terlalu sering melakukan video chat.

4. Browsing Gambar HD

Lagi-lagi soal HD, file dengan tipe HD memiliki ukuran yang sangat besar karena kualitasnya adalah yang terbaik. Ketika browsing gambar HD, kuota data akan terus berjalan untuk membuka gambar tersebut di situs web. Sebagai contoh, misalnya kita mencari gambar walpaper HD di google, ketika kita membuka salah satu gambar, tanpa kita sadari kita juga membuka gambar lainya dalam halaman tersebut. Tentu saja hal itu akan memakan kuota data yang tidak sedikit.

5. Fitur Auto Update Hidup

Fitur Auto Update juga memakan kuota daya yang banyak, dengan aktifnya fitur auto update kuota data akan terus terpakai. Biasanya fitur auto update ini memakan kuota data yang banyak. Sebenarnya fitur ini sangat membantu, karena jika kita lupa melakukan update aplikasi secara manual, dengan fitur auto update semua aplikasi akan terupdate otomatis. Tapi sebaiknya untuk teman-teman yang menggunakan paket kuota data lebih baik fitur auto update dimatikan. Hidupkan auto update jika menggunakan paket data unlimited.

Itulah hal-hal yang menjadi penyebab kuota data internet cepat habis. Untuk teman-teman yang ingin menghemat kuota data internet, agar hal-hal diatas dapat dihindari. Sekian dan terimakasih, semoga membantu.


Baca Juga :

Sabtu, 26 Desember 2015

Apa Itu DHCP, Bagaimana Cara Kerjanya, Dan Apa Manfaatnya?

Cara Kerja DHCP
Cara Kerja DHCP
Dalam membuat sebuah jaringan dibutuhkan IP Address sebagai pengenal untuk semua komputer yang ada didalamnya. Setiap komputer harus memiliki IP Address yang unik, tidak boleh sama, jadi setiap komputer memiliki IP Address yang berbeda beda. Untuk memberikan IP Address ke setiap komputer kita dapat mengaturnya pada pengaturan jaringan pada komputer. Akan tetapi hal tersebut tidak memungkinkan untuk jaringan yang memiliki jumlah client yang banyak, atau jaringan yang memiliki client berubah-ubah.
Bayangkan jika kita harus memberikan IP Address ke 250 komputer, atau memberikan IP Address untuk setiap komputer yang terhubung dengan jaringan  wireless. Tentu hal itu akan sangat menguras tenaga. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah pemberian IP Address pada komputer tersebut dibuatlah sebuah protocol bernama DHCP. Apa itu DHCP?
Baikah, pada artikel ini penulis akan menjelaskan tentang salah satu protocol jaringan yang menangani tentang pemberian IP Address bernama DHCP.

Apa Itu DHCP?

DHCP adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu sebuah protokol yang mengatur atau menangani proses pemberian IP Address ke setiap komputer secara otomatis. Dengan demikian Administrator jaringan tidak perlu lagi memberikan IP Address secara manual ke setiap komputer, karena hal tersebut sudah dilakukan oleh DHCP. Administrator cukup memberikan referensi ke DCHP Server sebagai aturan dalam pemberian IP Address ke komputer client.
Dalam DHCP dikenal istilah DHCP Server dan DHCP Client

DHCP Server

DHCP Server adalah sebuah perangkat yang digunakan sebagai Pelayan dari DHCP Client. DHCP server menyediakan daftar IP Address yang dapat digunakan oleh komputer client. DHCP Server ditanamkan pada komputer Server yang biasanya memiliki sistem operasi server seperti Windows Server atau Debian.

DHCP Client

Sedangkan DHCP client adalah perangkat yang menjalankan DHCP client, yang memungkinkan mereka mendapatkan IP Address dari DHCP Server. Setiap komputer memiliki DHCP client, jadi semua komputer yang terhubung dengan jaringan DHCP Server bisa mendapat jatah IP Address.

Cara Kerja DCHP

  1. DHCP Client terhubung dengan DHCP Server
  2. DHCP Client meminta IP Address kepada DHCP Server
  3. DHCP Server mengecek dalam daftar IP yang tersedia, jika masih ada IP yang tersedia maka DHCP server akan menyewakan IP tersebut ke DHCP Client beserta dengan Subnet Mask dan Gateway.
  4. DHCP Server mencoret IP yang telah disewakan tersebut dari daftar IP yang tersedia.
  5. Saat koneksi diakhiri dan IP Address dinyatakan tidak diperpanjang, maka IP Address tersebut akan dikembalikan ke DHCP Server.
  6. DHCP Server menuliskan kembali IP Address yang telah dikembalikan tersebut ke daftar IP Address yang tersedia.


Manfaat DHCP

Manfaat utama dari DHCP adalah memberikan kemudahan kepada Administrator jaringan dalam melakukan pemberian IP Address ke komputer client. DHCP akan memberikan IP Address secara otomatis ke setiap komputer yang melakukan request.

Itulah pembahasan singkat tentang DHCP, Semoga Bermanfaat


Baca Juga :

Pengertian NAT (Network Address Translation) Dan Fungsinya

Cara Kerja Network Address Translation
Cara Kerja Network Address Translation
Internet merupakan sebuah jaringan yang menghubungkan seluruh pengguna komputer di seluruh dunia. Untuk menghubungkan setiap komputer tersebut digunakan sebuah pengenal komputer yang disebut dengan IP Address. Satu IP Address hanya dapat digunakan oleh satu komputer, dalam satu jaringan tidak diperbolehkan adanya IP Address yang sama. Sedangkan jumlah IP Address yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pengguna yang akan terhubung dengan jaringan internet. Untuk mengatasi semua itu, disiasatilah dengan diciptakanya protocol bernama NAT (Network Address Translation). Apa Itu NAT, dan apa fungsinya?

Pengertian NAT (Network Address Translation)

NAT adalah sebuah metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet menggunakan satu IP Public. Dengan demikian keterbatasan ketersediaan IP Address untuk pengguna komputer dapat diatasi. Dengan NAT, satu IP Public tersebut mewakili IP Address komputer dalam jaringan tersebut. Sesuai dengan namanya, Network Address Translation menerjemahkan atau mengubah IP address pada jaringan privat menjadi IP Public untuk terhubung dengan jaringan internet.
NAT biasanya dipasang pada router, untuk menggabungkan dua jaringan berbeda menjadi satu kemudian menerjemahkan IP Address dari jaringan itu ke IP Public yang memiliki hak legal untuk mengakses jaringan internet.

Fungsi NAT (Network Address Translation)

  • Menerjemahkan IP Address komputer menjadi IP Public yang memiliki hak akses ke jaringan Internet
  • Menghemat IP Legal yang dibutuhkan oleh Internet Service Provider
  • Menghindari pengulangan pengalamatan ketika jaringan berubah
  • Mengurangi duplikat IP Address
  • Meningkatkan fleksibilitas jaringan


Jenis-Jenis NAT (Network Address Translation)

1. NAT Statis

NAT Statis adalah yang menggunakan tabel routing tetap, alokasi yang diberikan ditetapkan sesuai dengan alamat asal ke alamat tujuan. Jadi komputer tidak dapat melakukan transaksi data apabila belum didaftarkan dalam tabel NAT. Penerjemahan dilakukan ketika sebuah IP Address lokal dipetakan dalam IP Public, alamat tersebut dipetakan satu lawan satu secara static. NAT akan melakukan data request dan data sent sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam tabel NAT.

2. NAT Dinamis

NAT dinamis menggunakan logika balancing, yaitu dimana pada tabel NAT ditanamkan logika kemungkinan dan pemecahan dari suatu alamat. Ada 2 jenis NAT dinamis, yaitu NAT System Pool dan NAT System Overload.

Itulah sedikit Pembahasan tentang Network Address Translation. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Jumat, 25 Desember 2015

Apa Itu Switch, Hub Dan Router? Apa Perbedaan Ketiganya?

Dalam membangun sebuah jaringan komputer dibutuhkan sebuah pusat atau konsentrator, agar aliran data pada jaringan dapat dikendalikan melalui satu perangkat. Dalam pembuatan sebuah jaringan komputer dikenal beberapa Perangkat Keras Jaringan yang dapat digunakan sebagai konsentrator tersebut, diantaranya adalah switch, hub dan router. Ketiganya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai penghubung antara satu perangkat komputer dengan komputer lainya. Akan tetapi ada perbedaan dari ketiganya. Penulis akan mencoba untuk menjelaskan tentang perbedaan ketiganya.

Perbedaan Antara Switch, Hub Dan Router

Apa Itu Switch?
Switch

Switch adalah sebuah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lainya. Switch juga menangani dalam pengaturan aliran data. Aliran data saat menggunakan switch bersifat langsung, dari komputer pengirim data dikirimkan ke switch kemudian oleh switch akan langsung disampaikan kepada komputer tujuan. Jadi dengan menggunakan switch aliran data akan lebih cepat dan efisien karena tidak banyak aliran data yang tidak diperlukan. Karena alasan inilah saat ini switch bayak digunakan untuk konsentrator sebuah jaringan.
Sebagai contoh, komputer dengan IP Address 192.168.10.2 akan mengirimkan data ke 192.168.10.3, maka data dari IP pertama akan mengirimkan data ke switch, kemudian switch akan mencari komputer dengan IP tujuan, jika sudah ditemukan maka data tersebut akan dikimkan.

Apa Itu Hub?
Hub
Hub

Hampir sama dengan switch, hub juga merupakan perangkat yang digunakan sebagai penghubung antara satu komputer dengan komputer lainya. Akan tetapi metode pengiriman data yang dilakukan hub berbeda. Hub mengirimkan data ke seluruh komputer yang ada ditujuan, sejenis pesan broadcast yang dikirimkan ke semua komputer yang ada di jaringan, jadi selain komputer tujuan pun akan menerima paket data tersebut. Tentunya sangat tidak efektif terutama jika digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah komputer yang banyak. Itulah sebabnya saat ini hub jarang digunakan, orang-orang lebih suka menggunakan switch yang lebih efektif. Akan tetapi untuk keperluan tertentu Hub masih digunakan.

Apa Itu Router?
Router
Router

Router juga merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan antara satu perangkat dengan perangkat yang lainya. Sesuai dengan namanya route atau rute, perangkat ini juga berfungsi untuk menunjukan arah aliran data. Router biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda seperti menghubungkan antara switch dan komputer server atau bahkan menghubungkan antar jaringan. Router memiliki jumlah port yang lebih sedikit dibandingkan dengan switch karena router memang ditujukan bukan sebagai konsentrator namun untuk menghubungkan antar jaringan.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa switch dan hub merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan antar komputer dengan metode pengiriman paket datanya masing masing. Sedangkan Router adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan perangkat antar jaringan dan juga menentukan arah aliran data menuju komputer tujuan.

Demikianlah pembahasan penulis tentang Perbedaan Switch, Hub dan Router. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Rabu, 23 Desember 2015

Apa Perbedaan Antara Internet, Intranet Dan Ekstranet?

Jaringan Internet
Jaringan Internet
Bicara soal komputer akan sangat sulit jika tidak membicarakan tentang internet. Internet merupakan salah satu teknologi yang sangat penting dalam perkembangan dunia komputer. Tidak hanya itu bahkan saat ini internet sudah merambah ke banyak sektor termasuk sektor ekonomi. Dalam penerapanya untuk terhubung dengan internet dibuatlah sebuah jaringan yang mampu menangani koneksi untuk seluruh  perusahaan tersebut. Dalam hal ini munculah istilah intranet dan ekstranet. Mungkin teman-teman bertanya apa itu intranet dan ekstranet? apakah keduanya adalah bagian dari internet atau mungkin jenis lain dari internet?
Baiklah, pada artikel ini penulis akan mencoba menjawab pertanyaan diatas melalui artikel ini.

Apa Itu Internet?

Internet adalah singkatan dari Interconnection Networking. Internet adalah sebuah jaringan yang menghubungkan seluruh perangkat komputer yang ada didunia dengan menggunakan sebuah protokol atau aturan yang bernama TCP / IP (Transfer Control Protocol / Internet Protocol). Agar komputer dapat terhubung dengan internet, komputer harus terhubung terlebih dahulu dengan penyedia layanan internet atau ISP (Internet Service Provider). ISP itulah yang akan menjembatani kita untuk terhubung dengan jaringan internet. Di Indonesia sendiri ada banyak ISP seperti Telkom, Nusanet dan masih banyak lagi.

Apa Itu Intranet?

Intranet adalah singkatan dari Internal Network. Sesuai dengan namanya, jaringan intranet merupakan sebuah jaringan yang dibuat khusus untuk lingkungan tertentu. Hampir sama dengan internet, intranet juga menghubungkan perangkat-perangkat yang ada didalamnya, bahkan juga menyediakan layanan yang sama dengan internet. Hanya saja jangkauan intranet jauh lebih kecil dibandingkan dengan internet. Jika internet menghubungkan seluruh dunia, intranet hanya menghubungkan dalam sebuah lingkungan perusahaan. Biasanya jaringan intranet ini tidak bisa diakses dari luar jaringan tersebut.

Apa Itu Ekstranet?

Ekstranet adalah sebuah jaringan intranet yang diperluas ke area internet, sehingga jaringan tersebut dapat diakses oleh umum. Akan tetapi, sekalipun dapat diakses oleh masyarakat umum, perusahaan juga membatasi akses data-data yang ada di intranet, sehingga data yang ada di intranet tetap tidak dapat diakses oleh masyarakat umum.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa internet merupakan jaringan global yang dapat diakses seluruh dunia, sedangkan intranet adalah jaringan khusus yang hanya dapat diakses dari lingkungan tertentu, dan ekstranet merupakan jaringan intranet yang dapat diperluas agar bisa diakses oleh umum.

Demikianlah pembahasan tentang Perbedaan Internet, Intranet dan Ekstranet. Semoga Bermanfaat.


Baca Juga :

Selasa, 22 Desember 2015

3 Jenis Kabel Jaringan Komputer Yang Sering Digunakan

Kabel merupakan salah satu elemen penting dalam jaringan komputer. Kabel berfungsi untuk menghubungkan antara satu perangkat dan perangkat lainya. Saat ini kabel masih menjadi media transmisi data yang paling cepat dan paling efektif, teknologi wireless pun belum mampu menandingi kecepatan transfer data kabel.
Dalam pembuatan sebuah jaringan komputer ada banyak kabel yang dipakai, kabel yang biasa digunakan dalam jaringan ada 3 jenis. Dalam artikel kali ini penulis akan membahas tentang 3 jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer dan juga fungsinya.

3 Jenis Kabel Yang Digunakan Dalam Jaringan Serta Fungsinya

1. Kabel Coaxial

Kabel Coaxial
Kabel Coaxial
Kabel Coax / Coaxial adalah kabel yang berfungsi untuk menghubungkan setiap perangkat komputer dalam sebuah jaringan. Kabel coax sama dengan kabel yang digunakan untuk kabel pada antena televisi. Kabel coax terdiri dari sebuah kawat tembaga yang dilindungi oleh isolator dan konduktor, kemudian pada sisi luarnya dibungkus oleh bahan seperti PVC. Saat ini kabel coax sendiri sudah jarang digunakan karena memiliki beberapa kelemahan. Kabel coax memiliki kecepatan transfer data yang cukup rendah dan tekstur kabel yang tidak fleksibel, sehingga banyak orang mulai meninggalkan kabel jenis ini untuk berganti ke kabel yang lebih cepat dan lebih fleksibel.

2. Kabel TP (Twisted Pair)

Kabel UTP dan Kabel STP
Sesuai dengan namanya Twisted Pair adalah kabel yang diulir / dipilin. Kabel TP memiliki 8 kabel kecil didalamnya, yang masing masing dari kabel tersebut memiliki warna yang berbeda-beda sebagai tanda untuk penyusunan kabel. Saat ini, jenis kabel ini adalah yang paling banyak digunakan karena fleksibel dan memiliki kecepatan transfer data yang cukup tinggi. Ada 2 jenis kabel TP yaitu

- STP (Shielded Twisted Pair)

Shielded twisted pair adalah jenis kabel utp yang memiliki pelindung atau pembungkus dari 8 kabel yang ada didalamnya. Kabel STP dilindungi bahan sejenis foil, sehingga untuk urusan ketahanan kabel ini cukup baik karena tidak akan terganggu dan memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

- UTP (Unshielded Twisted Pair)

Berbeda dengan STP, kabel UTP tidak memiliki pelindung untuk kabel yang ada didalam, sehingga kabel tersebut dibungkus langsung oleh kulit kabel. Akan tetapi jenis kabel ini adalah yang paling sering dipakai, terutama untuk jaringan dengan ruang lingkup kecil seperti jaringan LAN, maupun digunakan untuk koneksi Host-to-Host untuk pengiriman data antar komputer.

3. Kabel Fiber Optic

Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber Optic adalah kabel yang memiliki bahan utama sebuah kaca fiber dalam ukuran yang kecil. Kabel fiber terdiri dari serat fiber yang sangat kecil, yang dibungkus oleh pembungkus yang kuat sehingga sulit untuk terputus. Kabel fiber optic memiliki kecepatan transfer data yang luar biasa tinggi. Kabel jenis ini biasa digunakan untuk jaringan lintas antar benua. Kabel fiber optic juga mampu bertahan didalam air maupun dipendam didalam tanah dalam waktu bertahun-tahun. Sehingga kabel ini sangat diandalkan untuk membentuk jaringan yang luas maupun jaringan untuk perusahaan besar yang membutuhkan kabel dengan transmisi data tinggi.

Itulah tadi 3 Jenis Kabel Jaringan Komputer yang biasa digunakan, sekian pembahasan dari penulis, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Sekian dan terima kasih, semoga membantu.


Baca Juga :

Macam Macam Perangkat Keras Jaringan Komputer Yang Wajib Diketahui

Perangkat Keras Jaringan Komputer
Perangkat Keras Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sekumpulan perangkat yang saling terhubung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Disamping diperlukan sebuah konfigurasi, untuk membentuk sebuah jaringan diperlukan perangkat keras yang yang saling terhubung sehingga membentuk suatu sistem jaringan yang dapat menghubungkan semua perangkat tersebut. Nah apa sajakah perangkat keras yang digunakan untuk membentuk sebuah jaringan komputer? Penulis akan menjelasakan tentang 7 jenis Perangkat Keras Jaringan Komputer yang wajib diketahui

6 Perangkat Keras Jaringan Komputer Beserta Fungsinya

1. Router

Router
Router
Router adalah perangkat jaringan komputer yang berguna sebagai penghubung dalam jaringan komputer. Sesuai dengan namanya, router juga berfungsi sebagai penunjuk jalan dari aliran data dalam jaringan. Router berguna untuk menghubungkan perangkat yang berbeda didalam jaringan, misalnya menghubungkan antara switch dan komputer server.

2. Switch

Switch
Switch
Switch hampir sama dengan router yaitu perangkat yang digunakan sebagai penghubung dalam jaringan. Akan tetapi switch lebih dikhususkan untuk menghubungkan perangkat yang sama, misalnya sebagai konsentrator dari beberapa komputer. Switch juga memiliki jumlah port yang jauh lebih banyak ketimbang router. Biasanya switch inilah yang sering digunakan sebagai Konsentrator dalam pembuatan jaringan yang menggunakan Topologi Star ataupun Tree.

3. Repeater

Repeater
Repeater
Repeater adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berguna untuk memperkuat sinyal. Cara kerjanya adalah repeater menerima sinyal dari suatu segmen jaringan, kemudian memancarkanya kembali dengan kekuatan sinyal yang sama dengan yang aslinya. Repeater sangat berguna untuk membuat jaringan yang memiliki cakupan wilayah yang luas.

4. NIC (Network Interface Card)

Network Interface Card
NIC atau Network Interface Card adalah sebuah perangkat jaringan berbentuk kartu yang dipasang di komputer. NIC berguna untuk menghubungkan komputer dengan perangkat lainya melalui kabel UTP. NIC juga merupakan port yang digunakan untuk kabel UTP.

5. Kabel Jaringan

Kabel UTP
Kabel UTP
Kabel Jaringan adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat didalam jaringan. Kabel merupakan salah satu komponen penting dalam jaringan, karena hampir semua perangkat terhubung menggunakan kabel, terkecuali dalam jaringan nirkabel atau jaringan wireless. Ada 3 jenis kabel jaringan yang sering dipakai yaitu :
  • Kabel Coaxial
  • Kabel Twisted Pair
  • Kabel Fiber Optic


6. Modem

Modem
Modem
Modem adalah singkatan dari Modulator Demodulator, yaitu sebuah perangkat jaringan komputer yang digunakan untuk menejemahkan sinyal yang diterima agar dapat dimengerti oleh komputer. Komputer hanya dapat membaca sinyal digital, akan tetapi sinyal yang dapat dikirimkan melalui gelombang ataupun media lain adalah dalam bentuk sinyal analog. Nah disinilah modem berfungsi, modem mengubah sinyal analog yang dikirimkan menjadi sinyal digital agar dapat dibaca oleh komputer. Begitu juga sebaliknya modem mengubah sinyal digital dari komputer menjadi sinyal analog agar dapat dikirimkan melalui media gelombang.

Itulah 6 Perangkat Keras Jaringan Komputer yang biasa digunakan, semoga bermanfaat.


Baca Juga :