Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Januari 2016

5 Hal Ini Menjadi Penyebab Harddisk Rusak

Hard Disk
Hard Disk
Hardisk adalah salah satu komponen penting komputer. Harddisk berfungsi sebagai media penyimpanan data untuk komputer. Harddisk menyimpan data didalam sebuah piringan, piringan itulah yang terus berputar agar data dapat dibaca. Karena komponen harddisk sangat kompleks, perangkat yang satu ini sangat rentan kerusakan. Untuk mengantisipasi kerusakan pada harddisk ini, kali ini penulis akan memberikan hal-hal yang menjadi pemicu rusaknya harddisk.

Penyebab Hardisk Rusak

1. Over Heat

Over Heat atau panas berlebih merupakan salah satu penyebab rusaknya harddisk. Harddisk merupakan salah satu perangkat yang mudah panas. Ditambah lagi harddisk tidak memiliki pendingin seperti pada processor. Jadi overheat pada harddisk sangat mungkin terjadi karena, semakin lama pemakaian maka harddisk akan semakin panas. Untuk mengatasi masalah tersebut, teman-teman dapat menambahkan kipas tambahan untuk mendinginkan harddisk.

2. Penggunaan Yang Berlebihan

Tidak ada sesuatu yang baik jika berlebihan. Begitu juga dengan penggunaan harddisk. Penggunaan harddisk seperti untuk menonton Film atau bermain Game dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan pada harddisk. Dengan melakukan aktifitas yang berlebihan, piringan harddisk akan terus berputar untuk membaca serta mengolah data, sehingga menyebabkan panasnya harddisk.

3. Terlalu Sering Melakukan Instalasi

Instalasi aplikasi pada komputer juga berpengaruh pada harddisk. Saat melakukan instalasi komputer akan menulis data di harddisk, sedangkan saat melakukan uninstall komputer akan menghapus data di harddisk. Jika dilakukan secukupnya hal itu tidak akan bermasalah, tetapi jika terlalu sering dilakukan akan membuat sector atau wilayah tertentu pada harddisk mengalami kerusakan atau biasa disebut Bad Sector.

4. Benturan

Harddisk juga sangat rentan, harddisk tidak tahan benturan. Saat terjadi benturan akan ada perangkat yang mengalami kerusakan atau bisa juga menjadi bad sector. Benturan yang penulis maksud seperti gesekan, guncangan dalam tas dan terjatuh.

5. Faktor Usia

Tidak dapat dipungkiri, perangkat komputer memiliki masa / waktu untuk dapat digunakan dengan baik. Faktor usia pada harddisk juga dapat menjadi penyebab harddisk rusak, karena penggunaan harddisk yang sudah terlalu sering, entah itu untuk read / write data.

Itulah 5 hal yang menjadi Penyebab Kerusakan Harddisk. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Kamis, 31 Desember 2015

Cara Mengetahui Spesifikasi Komputer Atau Laptop Kita Dengan Mudah

Kadang kita sering bertanya kenapa komputer kita melambat? ada beberapa alasan yang membuat komputer kita melambat, seperti banyaknya virus, hardware yang sudah terlalu tua atau mungkin terlalu banyak aplikasi. Hal yang penulis sebutkan terakhir menjadi masalah yang paling sering terjadi. Pengguna sering kali menginstal aplikasi-aplikasi tanpa mengukur kemampuan dari komputer.
Agar tidak mengalami hal yang demikian, sebaiknya teman-teman melihat terlebih dahulu Spesifikasi Komputer yang dipakai, dan membandingkanya dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi yang akan diistal. Untuk komputer yang dibeli baru, biasanya spesifikasi tertera pada kardus komputer. Tapi bagaimana jika kardusnya sudah hilang atau tidak tertera di kardus?
Tenang, penulis akan memberikan Cara mengetahui spesifikasi komputer secara lengkap. Ikuti langkah-langkah dibawah ini :

Cara Mengetahui Spesifikasi Komputer Atau Laptop Secara Lengkap

1. Buka Menu Run dengan cara menekan tombol Windows + R
Menu Run
Menu Run
2. Pada Jendela Run ketikan "dxdiag" tanpa menggunakan tanda petik, kemudian klik OK. Jika muncul jendela konfirmasi Klik  Yes saja.
3. Maka akan munjul jendela DirectX Diagnostic Tool, disitu teman-teman dapat melihat spesifikasi komputer. Beberapa informasi penting yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut
DirectX Diagnostic Tool
DirectX Diagnostic Tool

Pada tab System



  • Operating System yaitu sistem operasi yang digunakan pada komputer tersebut
  • System Manufacturer adalah produsen komputer tersebut
  • BIOS merangkum jenis BIOS yang digunakan serta versinya
  • Processor yaitu tentang spesifikasi processor yang digunakan serta kecepatan dari processor tersebut. Bagi teman-teman yang akan membeli komputer baru, usahakan yang sudah memiliki kecepatan processor diatas 2.0 GHz.
  • Memory adalah ukuran dari RAM yang digunakan, nah usahakan juga untuk membeli komputer yang sudah memiliki ukuran RAM diatas 2 Giga Byte.

Pada tab Display

Menampilkan jenis VGA yang digunakan, serta akumulasi ukuran VGA.

Pada tab Sound

Tertera jenis perangkat Sound yang digunakan.

Pada tab Input

Tertera Input Device atau perangkat masukan yang digunakan. Biasanya akan tertera mouse dan keyboard.


Itulah tadi Cara Mudah Melihat Spesifikasi Komputer. Dengan mengetahui spesifikasi komputer, penulis berharap teman-teman tidak lagi menginstal aplikasi yang memiliki Recommended System Requirements diatas spesifikasi komputer teman-teman. Ada baiknya juga, sebelum menginstal aplikasi terlebih dahulu mencari system requirements nya agar dapat berjalan dengan baik di komputer kita, serta tidak membuat komputer melakukan beban kerja yang berlebihan. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Ini Bahaya Yang Akan Terjadi Jika Mematikan Komputer Tanpa Di Shut Down

Shut Down Komputer
Shut Down Komputer
Komputer dapat berjalan dengan baik karena dirawat serta digunakan dengan baik. Akan tetapi tidak semua orang melakukan hal tersebut. Entah karena tidak tau atau memang malas melakukanya, kadang orang lebih suka mematikan komputer langsung dengan menekan tombol power, tanpa di Shut Down. Padahal Shut Down sangatlah penting untuk menghentikan segala proses yang sedang berjalan di komputer sehingga perangkat komputer siap untuk dimatikan.
Untuk beberapa kali hal itu tidak masalah untuk dilakukan, terutama jika sedang dalam keadaan mendesak dan tidak memungkinkan untuk melakukan Shut Down, seperti saat komputer sedang hang atau not responding. Tetapi jika sering dilakukan hal tersebut dapat menimbulkan masalah pada komputer. Apa saja masalah yang akan terjadi bila mematikan komputer tanpa di shutdown?

Masalah Yang Akan Terjadi Jika Mematikan Komputer Tanpa Di Shut Down

1. Registry Berantakan

Salah satu masalah yang akan terjadi jika terlalu sering mematikan komputer tanpa dishut down adalah registry menjadi berantakan. Jika menggunakan shut down, registry akan mendata aplikasi yang dipakai selama komputer dijalankan, kemudian semuanya disimpan dalam registry. Tetapi jika tidak menggunakan shut down, perubahan perubahan tersebut tidak akan akan tersimpan pada registry. Jika terus menerus dilakukan akan ada aplikasi yang error.

2. RAM Bermasalah

Normalnya jika mematikan komputer dengan menggunakan shut down, RAM akan dikosongkan terlebih dahulu sebelum komputer benar-benar mati. Jadi saat komputer dihidupkan kembali, RAM akan bekerja dengan baik, karena sudah dalam keadaan benar-benar kosong. Berbeda jika mematikan paksa komputer, RAM tidak akan sempat dikosongkan.

3. Dapat Menyebabkan Kerusakan Pada Processor

Processor adalah komponen terpenting dari komputer, processor memiliki beban kerja paling tinggi, sehingga cepat panas. Untuk mendinginkan processor digunakan heatsink. Saat komputer dimatikan dengan benar, heatsink akan bekerja ekstra untuk mendinginkan processor. Jadi ketika komputer dihidupkan kembali, processor dalam keadaan fresh. Tetapi jika komputer dimatikan secara paksa heatsink tidak akan sempat mendinginkan processor, tidak jarang ketika dihidupkan kembali processor masih tetap panas. Jika hal ini terus dilakukan processor akan mengalami kerusakan.

4. Power Supply Bermasalah

Ketika komputer dimatikan dengan shut down, processor akan memberikan perintah untuk menghentikan pemakaian daya semua komponen komputer termasuk power supply. Tetapi ketika dimatikan dengan paksa, arus listrik juga akan terputus secara mendadak, dan kemungkinan masih ada arus yang terpakai.

5. Hard Disk Bad Sector

Ini adalah hal yang paling sering terjadi. Jika sering mematikan komputer dengan paksa, tinggal mengunggu waktu kerusakan Hard Disk pasti terjadi. Ketika dimatikan secara paksa, putaran piringan harddisk tidak akan berhenti mendadak dan ditempat yang tidak seharusnya. Berbeda jika dimatikan dengan shut down, Hard Disk akan berhenti secara teratur sesuai dengan posisi seharusnya. Jadi ketika komputer dihidupkan kembali, Hard Disk akan berputar dari awal.

Itulah tadi masalah-masalah yang akan timbul ketika sering mematikan komputer secara paksa. Memang jika dilakukan sesekali efeknya tidak akan terlihat, tetapi jika sering dilakukan masalah diatas pasti akan terjadi. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Senin, 28 Desember 2015

Pengertian BIOS, Fungsi Dan Jenis-Jenis BIOS

Pernahkan teman-teman berfikir bagaimana perangkat keras komputer dapat bekerja dengan baik. Kenapa komputer yang tidak memiliki perangkat lengkap tidak dapat hidup, kenapa komputer yang tidak lengkap perangkatnya mengeluarkan Bunyi Beep ketika dihidupkan? Disitulah ada sebuah software yang mengecek kesiapan perangkat dari komputer agar dapat berjalan dengan normal, software tersebut bernama BIOS. Apa itu BIOS? Dan Apa Fungsinya?

Pengertian BIOS

BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System, adalah sebuah sistem yang mengatur fungsi dasar perangkat keras komputer. BIOS dipasang pada ROM atau CMOS pada motherboard komputer. Konfigurasi serta pengaturan dasar seperti tanggal dan pengaturan First Boot dan lain-lain disimpan pada sebuah perangkat yang diberi nama Baterai CMOS. Pengaturan yang sudah tersimpan didalam Baterai CMOS tidak akan hilang ketika komputer dimatikan. Tetapi apabila Baterai CMOS rusak atau tidak terpasang, pengaturan yang telah dilakukan di BIOS tidak akan bisa tersimpan.

Fungsi BIOS

Fungsi BIOS adalah untuk mengatur fungsi dasar dari komputer, serta memberikan intruksi untuk melakukan pengecekan kesiapan perangkat keras pada saat POST (Power On Self Test). POST melakukan pengecekan kesiapan perangkat keras seperti Processor, Harddisk, RAM, VGA, Keyboard, serta perangkat utama lainya. Apabila ada salah satu perangkat yang tidak tersedia atau tidak terpasang / rusak maka komputer akan mengeluarkan bunyi beep.

Jenis-Jenis BIOS

Ada 3 Jenis BIOS yang banyak digunakan, yaitu AMI BIOS, Phoenix BIOS, dan Award BIOS. Berikut sekilas tentang jenis-Jenis BIOS tersebut

1. AMI BIOS

AMI BIOS
AMI BIOS
American Megatrend Inc. BIOS (AMI BIOS) adalah BIOS yang dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika bernama Megatrend America. Untuk masuk ke menu AMI BIOS dapat dengan menekan tombol DEL pada saat proses POST.

2. Phoenix BIOS

Phoenix BIOS
Phoenix BIOS
Phoenix BIOS adalah sebuah BIOS yang paling banyak digunakan di Indonesia, baik itu untuk komputer pribadi maupun perangkat lainya. Untuk masuk ke Phoenix BIOS dilakukan dengan menekan tombol F2 pada saat POST.

3. Award BIOS

Award BIOS
Award BIOS
Award BIOS adalah jenis BIOS yang diproduksi oleh perusahaan AWARD Software. Inc, untuk masuk ke Award BIOS dilakukan dengan menekan tombol DEL pada saat proses POST.

Itulah tadi sekilas tentang BIOS atau Basic Input Output System, semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Minggu, 27 Desember 2015

Arti Bunyi Beep, Dan Macam Macam Bunyi Beep Pada Komputer Berdasarkan Jenis BIOS

Bunyi beep adalah sebuah suara yang keluar dari komputer sebagai indikasi adanya masalah pada komputer. Bunyi beep keluar apabila BIOS mendeteksi kerusakan salah satu perangkat utama pada saat POST. Dengan adanya bunyi beep ini, kita diberi kemudahan untuk mengetahui jenis kerusakan pada komputer. Akan tetapi tidak semua orang tau, makna dari bunyi beep yang keluar. Bahkan beberapa pengguna yang masih awam mengabaikan bunyi beep ini. Padahal bunyi beep adalah kode penting untuk mengetahui jenis kerusakan. Oleh karena itu pada artikel kali ini, penulis akan membahas tentang Arti Dari Bunyi Beep, serta macam-macam bunyi beep berdasarkan jenis biosnya.

Bunyi Beep Pada AMI BIOS

  • Beep 1 kali, menandakan RAM rusak, tidak terdeteksi atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 2 kali, menandakan RAM bermasalah (Memory Parity Error in First 64 KB Block)
  • Beep 3 kali, menandakan RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in First 64 KB Block)
  • Beep 4 kali, menandakan Motherboard bermasalah atau rusak.
  • Beep 5 kali, menandakan Processor rusak
  • Beep 6 klai, menandakan Keyboard rusak, tidak terbaca atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 7 kali, menandakan Processor rusak
  • Beep 8 kali, menandakan VGA rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 9 kali, menandakan BIOS bermasalah
  • Beep 10 kali, menandakan Motherboard rusak
  • Beep 11 kali, menandakan CMOS rusak atau tidak terpasang dengan benar. Atau bisa juga baterai CMOS sudah aktif
  • 1 Beep panjang dan 3 Beep pendek, menandakan Memory tambahan rusak, atau error
  • 1 Beep panjang dan 8 Beep pendek, menandakan tes tampilan gambar gagal

Bunyi Beep Pada Award BIOS

  • Beep 1 kali panjang terus menerus, menadakan RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1 kali panjang dan 1 kali pendek, menandakan RAM atau Motherboard mengalami kerusakan
  • Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek, menandakan VGA rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek, menandakan Keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1 kali panjang dan 9 kali pendek, menandakan BIOS mengalami kerusakan
  • Beep pendek tak terputus, menandakan Power Supply mengalami kerusakan, jika terjadi hal demikian lebih baik komputer jangan dihidupkan terlebih dahulu sampai Power Supply diganti.
  • Beep 2 kali pendek, menandakan RAM tidak terpasang dengan benar

Bunyi Beep Pada Phoenix BIOS

Beep pada Phoenix BIOS seperti serangkaian bunyi yang dipisahkan oleh pause.
  • Beep 1-1-4, menandakan BIOS mengalami kerusakan
  • Beep 1-2-1, menandakan Motherboard mengalami kerusakan
  • Beep 1-3-1, menandakan RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 3-1-1, menandakan Motherboard mengalami kerusakan
  • Beep 3-3-4, menandakan VGA mengalami kerusakan
  • Beep 1-1-4-1, menandakan kesalahan cache (Level 2)
  • Beep 1-2-2-3, menadakan ROM BIOS Checksum
  • Beep 1-3-1-1, menandakan RAM mengalami kerusakan
  • Beep 1-3-1-3, menandakan Keyboard mengalami kerusakan
  • Beep 1-3-4-1, menandakan RAM bermasalah
  • Beep 1-3-4-3, menandakan RAM mengalami kegagalan pada byte rendah
  • Beep 1-4-1-1, menandakan RAM mengalami kegagalan pada byte tinggi
  • Beep 2-1-2-3, menandakan ROM pemberitahuan hak cipta

Itulah daftar bunyi beep yang terjadi pada komputer. Untuk teman-teman yang mengalami bunyi beep, bisa segera melakukan perbaikan. Sekian artikel ini, semoga membantu


Baca Juga :
3 Situs Belajar Pemrograman Web Gratis Yang Bakal Membuatmu Handal 

Sabtu, 26 Desember 2015

Cara Mengatasi Error 5100 Dan Error 5200 Pada Printer Canon IP 2770

Printer Canon IP 2770
Printer Canon IP 2770 adalah salah satu jenis printer yang paling banyak digunakan, terutama untuk pengguna pribadi, seperti untuk mencetak dokumen ataupun mencetak foto. Selain harganya yang murah, printer jenis ini juga terkenal cukup awet, walaupun kadang ada beberapa masalah yang sering muncul ketika mengunakan printer Canon IP 2770 ini. Ketika printer bermasalah, komputer akan menampilkan pesan error dengan kode tertentu. Beberapa masalah yang paling sering muncul adalah pesan Error 5100 dan Error 5200. Nah bagaimana cara mengatasi error 5100 dan 5200 pada printer canon ini?
Penulis akan memberikan cara untuk mengatasi permasalahan tersebut

Cara Mengatasi Error 5100 Printer Canon IP 2770

Ketika mengalami Error 5100 printer tidak akan mau melakukan proses printing dokumen, dan muncul pesan error 5100 pada komputer dengan keterangan yang entah apa artinya. Jika mengalami masalah ini, teman-teman jangan panik dulu, itu bukan berarti printer teman-teman mengalami kerusakan. Hanya saja ada sedikit masalah teknis yang menggangu pekerjaan printer, sehingga printer tidak dapat bekerja. Error 5100 memiliki indikasi sebagai berikut :
  • Muncul pesan error 5100
  • Led resume dan led power akan berkedip (blink) 1 kali secara bergantian
Penyebab terjadinya masalah ini tidak hanya 1 kemungkinan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan printer Canon mengalami error 5100 diantaranya :
  • Jika printer dipasang infus, bisa jadi selang infus mengganggu pergerakan printer, seperti menyangkut atau selang infus terlalu pendek sehingga cattridge tidak dapat bekerja.
  • Gear Box mekanik ada yang patah
  • Kemungkinan ada benda yang masuk ke bagian printer yang mengganggu sistem kerja printer
Cara mengatasinya adalah sebagai berikut
  • Jika permasalahan terletak pada selang infus, maka rapikan selang infus agar tidak mengganggu sistem kerja printer, pastikan juga panjang selang infus tidak terlalu panjang atau terlalu pendek. Usahakan cukup untuk digunakan cattridge bergerak ke kanan dan kekiri.
  • Jika yang bermasalah adalah bagian mekaniknya, perbaiki jika memungkinkan
  • Jika ada benda yang mengganggu sistem kerja printer, bersihkan. Jika sulit untuk membersihkanya, buka cover terlebih dahulu kemudian baru dibersihkan.

Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon IP 2770

Saat mengalami Error 5200, cara yang paling mudah untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan Reset Printer. Saat ini sudah ada banyak software reset printer, akan tetapi tidak semua dapat menyelesaikan masalah ini. Error 5200 biasanya terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya :
  • Ada kertas yang tersangkut ketika melakukan perngeprinan sebelumnya.
  • Queue atau daftar antrian cetakan yang sudah terlalu penuh
Solusi untuk mengatasi masalah Error 5200 adalah sebagai berikut

1.  Melakukan Reset Printer Manual

Cara pertama adalah dengan melakukan reset printer manual. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
  • Matikan printer kemudian cabut kabel power dari arus listrik, pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir ke printer.
  • Pasang kembali kabel power, kemudian saat printer dalam keadaan mati tekan dan tahan tombol resume selama 2 detik
  • Sambil tetap menekan tombol resume, tekan tombol power
  • Tetap tahan tombol power dan lepaskan tombol resume
  • Sambil menekan tombol power tekan tombol resume 5 kali, pada tekanan terakhir tahan kedua tombol secara bersaman, kemudian lepaskan secara bersamaan.
  • Printer akan blink sebentar, kemudian led power akan menyala hijau dan komputer akan mendeteksi hardware baru
  • Matikan printer, kemudian hidupkan kembali
  • Printer sudah dapat digunakan

2. Lepas Cattridge

Cara kedua adalah dengan melepas cattridge
  • Lepas kabel power tanpa menekan tombol power, sehingga printer akan mati secara paksa
  • Buka cover printer dan geser cattridge ke tengah secara manual, kemudian lepas kedua cattridgenya
  • Hidupkan printer, biarkan head bergerak kekanan kekiri
  • Pasang kembali cattridge
  • Printer akan kembali normal



Baca Juga :

Jumat, 25 Desember 2015

Apa Itu Switch, Hub Dan Router? Apa Perbedaan Ketiganya?

Dalam membangun sebuah jaringan komputer dibutuhkan sebuah pusat atau konsentrator, agar aliran data pada jaringan dapat dikendalikan melalui satu perangkat. Dalam pembuatan sebuah jaringan komputer dikenal beberapa Perangkat Keras Jaringan yang dapat digunakan sebagai konsentrator tersebut, diantaranya adalah switch, hub dan router. Ketiganya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai penghubung antara satu perangkat komputer dengan komputer lainya. Akan tetapi ada perbedaan dari ketiganya. Penulis akan mencoba untuk menjelaskan tentang perbedaan ketiganya.

Perbedaan Antara Switch, Hub Dan Router

Apa Itu Switch?
Switch

Switch adalah sebuah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lainya. Switch juga menangani dalam pengaturan aliran data. Aliran data saat menggunakan switch bersifat langsung, dari komputer pengirim data dikirimkan ke switch kemudian oleh switch akan langsung disampaikan kepada komputer tujuan. Jadi dengan menggunakan switch aliran data akan lebih cepat dan efisien karena tidak banyak aliran data yang tidak diperlukan. Karena alasan inilah saat ini switch bayak digunakan untuk konsentrator sebuah jaringan.
Sebagai contoh, komputer dengan IP Address 192.168.10.2 akan mengirimkan data ke 192.168.10.3, maka data dari IP pertama akan mengirimkan data ke switch, kemudian switch akan mencari komputer dengan IP tujuan, jika sudah ditemukan maka data tersebut akan dikimkan.

Apa Itu Hub?
Hub
Hub

Hampir sama dengan switch, hub juga merupakan perangkat yang digunakan sebagai penghubung antara satu komputer dengan komputer lainya. Akan tetapi metode pengiriman data yang dilakukan hub berbeda. Hub mengirimkan data ke seluruh komputer yang ada ditujuan, sejenis pesan broadcast yang dikirimkan ke semua komputer yang ada di jaringan, jadi selain komputer tujuan pun akan menerima paket data tersebut. Tentunya sangat tidak efektif terutama jika digunakan untuk jaringan yang memiliki jumlah komputer yang banyak. Itulah sebabnya saat ini hub jarang digunakan, orang-orang lebih suka menggunakan switch yang lebih efektif. Akan tetapi untuk keperluan tertentu Hub masih digunakan.

Apa Itu Router?
Router
Router

Router juga merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan antara satu perangkat dengan perangkat yang lainya. Sesuai dengan namanya route atau rute, perangkat ini juga berfungsi untuk menunjukan arah aliran data. Router biasa digunakan untuk menghubungkan perangkat yang berbeda seperti menghubungkan antara switch dan komputer server atau bahkan menghubungkan antar jaringan. Router memiliki jumlah port yang lebih sedikit dibandingkan dengan switch karena router memang ditujukan bukan sebagai konsentrator namun untuk menghubungkan antar jaringan.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa switch dan hub merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan antar komputer dengan metode pengiriman paket datanya masing masing. Sedangkan Router adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan perangkat antar jaringan dan juga menentukan arah aliran data menuju komputer tujuan.

Demikianlah pembahasan penulis tentang Perbedaan Switch, Hub dan Router. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Selasa, 22 Desember 2015

3 Jenis Kabel Jaringan Komputer Yang Sering Digunakan

Kabel merupakan salah satu elemen penting dalam jaringan komputer. Kabel berfungsi untuk menghubungkan antara satu perangkat dan perangkat lainya. Saat ini kabel masih menjadi media transmisi data yang paling cepat dan paling efektif, teknologi wireless pun belum mampu menandingi kecepatan transfer data kabel.
Dalam pembuatan sebuah jaringan komputer ada banyak kabel yang dipakai, kabel yang biasa digunakan dalam jaringan ada 3 jenis. Dalam artikel kali ini penulis akan membahas tentang 3 jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer dan juga fungsinya.

3 Jenis Kabel Yang Digunakan Dalam Jaringan Serta Fungsinya

1. Kabel Coaxial

Kabel Coaxial
Kabel Coaxial
Kabel Coax / Coaxial adalah kabel yang berfungsi untuk menghubungkan setiap perangkat komputer dalam sebuah jaringan. Kabel coax sama dengan kabel yang digunakan untuk kabel pada antena televisi. Kabel coax terdiri dari sebuah kawat tembaga yang dilindungi oleh isolator dan konduktor, kemudian pada sisi luarnya dibungkus oleh bahan seperti PVC. Saat ini kabel coax sendiri sudah jarang digunakan karena memiliki beberapa kelemahan. Kabel coax memiliki kecepatan transfer data yang cukup rendah dan tekstur kabel yang tidak fleksibel, sehingga banyak orang mulai meninggalkan kabel jenis ini untuk berganti ke kabel yang lebih cepat dan lebih fleksibel.

2. Kabel TP (Twisted Pair)

Kabel UTP dan Kabel STP
Sesuai dengan namanya Twisted Pair adalah kabel yang diulir / dipilin. Kabel TP memiliki 8 kabel kecil didalamnya, yang masing masing dari kabel tersebut memiliki warna yang berbeda-beda sebagai tanda untuk penyusunan kabel. Saat ini, jenis kabel ini adalah yang paling banyak digunakan karena fleksibel dan memiliki kecepatan transfer data yang cukup tinggi. Ada 2 jenis kabel TP yaitu

- STP (Shielded Twisted Pair)

Shielded twisted pair adalah jenis kabel utp yang memiliki pelindung atau pembungkus dari 8 kabel yang ada didalamnya. Kabel STP dilindungi bahan sejenis foil, sehingga untuk urusan ketahanan kabel ini cukup baik karena tidak akan terganggu dan memiliki ketahanan yang cukup tinggi.

- UTP (Unshielded Twisted Pair)

Berbeda dengan STP, kabel UTP tidak memiliki pelindung untuk kabel yang ada didalam, sehingga kabel tersebut dibungkus langsung oleh kulit kabel. Akan tetapi jenis kabel ini adalah yang paling sering dipakai, terutama untuk jaringan dengan ruang lingkup kecil seperti jaringan LAN, maupun digunakan untuk koneksi Host-to-Host untuk pengiriman data antar komputer.

3. Kabel Fiber Optic

Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber Optic
Kabel Fiber Optic adalah kabel yang memiliki bahan utama sebuah kaca fiber dalam ukuran yang kecil. Kabel fiber terdiri dari serat fiber yang sangat kecil, yang dibungkus oleh pembungkus yang kuat sehingga sulit untuk terputus. Kabel fiber optic memiliki kecepatan transfer data yang luar biasa tinggi. Kabel jenis ini biasa digunakan untuk jaringan lintas antar benua. Kabel fiber optic juga mampu bertahan didalam air maupun dipendam didalam tanah dalam waktu bertahun-tahun. Sehingga kabel ini sangat diandalkan untuk membentuk jaringan yang luas maupun jaringan untuk perusahaan besar yang membutuhkan kabel dengan transmisi data tinggi.

Itulah tadi 3 Jenis Kabel Jaringan Komputer yang biasa digunakan, sekian pembahasan dari penulis, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Sekian dan terima kasih, semoga membantu.


Baca Juga :

Macam Macam Perangkat Keras Jaringan Komputer Yang Wajib Diketahui

Perangkat Keras Jaringan Komputer
Perangkat Keras Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sekumpulan perangkat yang saling terhubung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Disamping diperlukan sebuah konfigurasi, untuk membentuk sebuah jaringan diperlukan perangkat keras yang yang saling terhubung sehingga membentuk suatu sistem jaringan yang dapat menghubungkan semua perangkat tersebut. Nah apa sajakah perangkat keras yang digunakan untuk membentuk sebuah jaringan komputer? Penulis akan menjelasakan tentang 7 jenis Perangkat Keras Jaringan Komputer yang wajib diketahui

6 Perangkat Keras Jaringan Komputer Beserta Fungsinya

1. Router

Router
Router
Router adalah perangkat jaringan komputer yang berguna sebagai penghubung dalam jaringan komputer. Sesuai dengan namanya, router juga berfungsi sebagai penunjuk jalan dari aliran data dalam jaringan. Router berguna untuk menghubungkan perangkat yang berbeda didalam jaringan, misalnya menghubungkan antara switch dan komputer server.

2. Switch

Switch
Switch
Switch hampir sama dengan router yaitu perangkat yang digunakan sebagai penghubung dalam jaringan. Akan tetapi switch lebih dikhususkan untuk menghubungkan perangkat yang sama, misalnya sebagai konsentrator dari beberapa komputer. Switch juga memiliki jumlah port yang jauh lebih banyak ketimbang router. Biasanya switch inilah yang sering digunakan sebagai Konsentrator dalam pembuatan jaringan yang menggunakan Topologi Star ataupun Tree.

3. Repeater

Repeater
Repeater
Repeater adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berguna untuk memperkuat sinyal. Cara kerjanya adalah repeater menerima sinyal dari suatu segmen jaringan, kemudian memancarkanya kembali dengan kekuatan sinyal yang sama dengan yang aslinya. Repeater sangat berguna untuk membuat jaringan yang memiliki cakupan wilayah yang luas.

4. NIC (Network Interface Card)

Network Interface Card
NIC atau Network Interface Card adalah sebuah perangkat jaringan berbentuk kartu yang dipasang di komputer. NIC berguna untuk menghubungkan komputer dengan perangkat lainya melalui kabel UTP. NIC juga merupakan port yang digunakan untuk kabel UTP.

5. Kabel Jaringan

Kabel UTP
Kabel UTP
Kabel Jaringan adalah kabel yang digunakan untuk menghubungkan setiap perangkat didalam jaringan. Kabel merupakan salah satu komponen penting dalam jaringan, karena hampir semua perangkat terhubung menggunakan kabel, terkecuali dalam jaringan nirkabel atau jaringan wireless. Ada 3 jenis kabel jaringan yang sering dipakai yaitu :
  • Kabel Coaxial
  • Kabel Twisted Pair
  • Kabel Fiber Optic


6. Modem

Modem
Modem
Modem adalah singkatan dari Modulator Demodulator, yaitu sebuah perangkat jaringan komputer yang digunakan untuk menejemahkan sinyal yang diterima agar dapat dimengerti oleh komputer. Komputer hanya dapat membaca sinyal digital, akan tetapi sinyal yang dapat dikirimkan melalui gelombang ataupun media lain adalah dalam bentuk sinyal analog. Nah disinilah modem berfungsi, modem mengubah sinyal analog yang dikirimkan menjadi sinyal digital agar dapat dibaca oleh komputer. Begitu juga sebaliknya modem mengubah sinyal digital dari komputer menjadi sinyal analog agar dapat dikirimkan melalui media gelombang.

Itulah 6 Perangkat Keras Jaringan Komputer yang biasa digunakan, semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Senin, 21 Desember 2015

Macam Macam Perangkat Peripheral Komputer Beserta Fungsinya

Perangkat Periferal Komputer
Perangkat Periferal Komputer
Untuk dapat berjalan dengan baik, komputer membutuhkan perangkat utama yang berfungsi menjalankan komputer. Namun kesemua perangkat itu hanya berguna untuk membuat komputer dapat dioperasikan. Untuk dapat membantu pekerjaan manusia, kita membutuhkan perangkat tambahan atau perangkat peripheral yang menunjang dalam melakukan pekerjaan tertentu. Ada banyak jenis perangkat periferal komputer, mari kita simak apa saja perangkat peripheral komputer tersebut

1. Printer

Printer Cannon
Printer Cannon
Printer adalah sebuah perangkat komputer yang berfungsi untuk mencetak hasil kerja dari yang sudah diolah didalam komputer. Dilihat dari cara kerjanya ada beberapa jenis printer, yaitu Dot Matrix, Ink Jet, dan Laserjet. Semua printer tersebut memiliki kelebihan dan kekuranganya masing masing, jadi agar dapat memilih printer sesuai dengan kebutuhan kita harus memahami terlebih dahulu fungsi dari jenis printer tersebut.

2. Scanner

Scanner
Scanner adalah sebuah perangkat eksternal yang digunakan untuk mengambil citra cetakan seperti tulisan dan gambar. Kemudian hasil dari scan tersebut dimasukan kedalam komputer untuk diolah, Seiring dengan perkembangan zaman, bahkan saat ini sudah ada printer yang bersatu dengan scanner sehingga dapat digunakan sebagai mesin fotocopy mini.

3. Microphone

Microphone
Microphone adalah perangkat yang digunakan untuk menangkap suara kita kemudian dikirimkan ke dalam komputer untuk diproses oleh processor. Suara yang telah dikirimkan akan disimpan didalam komputer kemudian dapat dikeluarkan kembali melalui speaker.

4. Speaker

Speaker
Speaker adalah perangkat tambahan komputer yang berguna untuk mengeluarkan suara yang telah diproses didalam komputer. Sebagian komputer saat ini sudah ada speaker bawaan yang sudah langsung terpasang pada komputer. Akan tetapi untuk lebih memperkeras suara dari komputer kita tetap memerlukan speaker.

5. Earphone

Earphone
Earphone adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengeluarkan output dari komputer. Output yang dikeluarkan adalah dalam bentuk suara. Earphone biasa digunakan untuk mendengarkan musik, atau saat menonton video. Earphone juga bisa menjadi solusi untuk mendengarkan musik dalam kebisingan.

6. Joystick

Joystick
Adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menjalankan dan mengontrol saat menjalankan video game. Joystick digunakan untuk memudahkan kita dalam menjalankan video game yang ada didalam komputer. Meskipun game tersebut dapat dijalankan tanpa joystick, akan lebih asik jika kita memainkanya menggunakan joystick.

7. Joy Pad / Game Pad

Joypad
Hampir sama dengan joystick, Joypad juga merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk memudahkan kita saat main game. Perbedaan antara Joypad dan Joystick adalah terletak pada bentuknya yang berbeda.

8. Kamera Digital

Kamera Digital
Kamera Digital merupakan sebuah perangkat input device yang berfungsi untuk mengambil gambar untuk dijadikan sebuah file yang dapat diproses didalam komputer.

Itulah tadi beberapa perangkat peripheral ataupun perangkat tambahan yang biasanya dipakai dikomputer. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Macam Macam Perangkat Keras Yang Wajib Ada Di Komputer Beserta Fungsinya

Perangkat Komputer

Perangkat keras atau Hardware adalah salah satu komponen utama sebuah komputer. Hardware berfungsi sebagai alat untuk menjalankan proses yang dilakukan. Ada banyak jenis hardware yang barfungsi sebagai komponen utama komputer maupun komponen tambahan atau perangkat periferal komputer. Pada artikel kali ini penulis tidak akan membahas tentang perangkat keras periferal komputer. Penulis akan membahas tentang perangkat keras yang wajib ada di komputer agar komputer dapat bekerja dengan baik. Baiklah mari kita simak apa saja hardware yang wajib ada didalam komputer beserta fungsinya.

Main Board / Mother Board

Mother Board
Mother Board atau dapat disebut juga sebagai papan induk adalah sebuah perangkat yang berfungsi sebagai wadah sekaligus menghubungkan komponen-komponen utama komputer seperti processor, harddisk, RAM dan sebagainya. Mother Board sebagai induk menghubungkan kesemua perangkat tersebut sehingga dapat bekerja dengan baik.

Processor

Processor
Processor adalah otak dari komputer. Processor adalah perangkat yang bertugas memproses setiap data yang telah dimasukan untuk diproses menjadi keluaran. Processor merupakan inti dari komputer, setiap proses yang dilakukan melalui processor. Oleh karenanya processor menjadi salah satu perangkat yang sangat mudah panas. Untuk mendinginkanya diperlukan fan (kipas). Jika tidak dipasang kipas komputer tidak akan berjalan karena processor mengalami overheat.

RAM (Random Access Memory)

RAM
Random Access Memory berfungsi sebagai penyimpanan data sementara. Data yang telah diproses oleh Processor kemudian disimpan didalam RAM untuk dapat diakses kembali apabila dibutuhkan. Akan tetapi penyimpanan yang ada didalam RAM ini hanya bersifat sementara, karena data tersebut akan hilang saat komputer dimatikan.

Hard Disk

Hard Disk
Hard Disk adalah media penyimpanan data pada komputer. Berbeda dengan RAM yang hanya menyimpan data secara sementara, Harddisk menyimpan data secara permanen. Data tersebut tidak akan hilang jika tidak dihapus. Saat ini Harddisk memilikki ukuran yang sangat besar bahkan ada yang mencapai 1 Tera Byte atau 1.000 Giga Byte. Ada 2 tipe Harddisk yang paling banyak dipakai yaitu ATA dan SATA. Masing-masing memiliki port yang berbeda-beda.

Power Supply

Power Supply
Sesuai dengan namanya, power supply adalah sebuah perangkat keras yang berfungsi memasok daya ke komputer, mengubah arus dari AC menjadi DC sehingga lebih stabil. Power Supply terhubung langsung dengan arus listrik.

VGA (Video Graphics Adapter)

VGA
VGA adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital di komputer dan mengubahnya dalam tampilan grafis. VGA merupakan sebuah perangkat penting untuk menampilkan gambar ke monitor. Biasanya komputer memiliki VGA On Board bawaan yang sudah langsung menempel pada komputer, namun kita dapat menambahkan VGA Card untuk memperbaiki grafis dari komputer. Untuk saat ini jenis VGA yang bagus adalah NVIDIA dan juga ATI Radeon.

Monitor

Monitor
Monitor adalah perangkat yang berfungsi untuk menampilkan hasil pemrosesan. Data pemrosesan dikirim melalui VGA untuk ditampilkan di monitor.

Keyboard

Keyboard
Keyboard adalah sebuah perangkat masukan (input device) yang berfungsi memasukan karakter ataupun data ke dalam komuter untuk diproses oleh processor dan kemudian ditampilkan di komputer.

Mouse

Mouse
Mouse adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk mengarahkan kursor pada layar. Mouse hanya bekerja pada komputer yang menggunakan sistem operasi yang mendukung tampilan grafis.

Pada artikel selanjutnya kita akan membahas tentang perangkat keras periferal. Sekian artikel ini penulis cukupkan, semoga membantu.


Baca Juga :