Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Troubleshooting. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2016

5 Cara Mengatasi Komputer Lemot Dengan Mudah

Komputer Lemot
Komputer Lemot
Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang Penyebab Laptop / Komputer Melambat. Setelah mengetahui penyebab komputer melambat, tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui bagaimana cara mengatasinya agar menjadi cepat. Untuk mengatasi hal tersebut, penulis memiliki beberapa tips untuk mengatasi komputer yang lambat. Silahkan disimak baik-baik

Cara Mengatasi Komputer Lemot

1. Kurangi Aplikasi Yang Tidak Penting

Pertama kurangi apikasi yang tidak penting. Sering kali kita menginstal beberapa aplikasi yang memiliki fungsi yang sama, seperti aplikasi untuk browsing kita menginstal Mozilla Firefox, Google Chrome, Baidu Browser ditambah lagi Internet Explorer bawaaan Windows. Hal seperti itu tentu sangat tidak efektif, karena akan ada banyak penggunaan harddisk, atau beberapa aplikasi juga memerlukan alokasi memori. Saran dari penulis, lebih baik instal aplikasi seperlunya saja, tidak perlu menginstal beberapa aplikasi padahal kegunaanya sama.

2. Kurangi Start Up Yang Tidak Diperlukan

Aplikasi yang berjalan ketika start up akan langsung memakan alokasi memori, sehingga alokasi memori yang seharusnya dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi lain berkurang. Untuk mengatasi hal itu, pilih aplikasi start up yang penting-penting saja dan memang sudah seharusnya berjalan saat komputer baru dihidupkan, seperti anti virus.
Untuk memilih aplikasi apa saja yang akan diperbolehkan berjalan ketika start up, silahkan ikuti langkah dibawah ini.
  1. Buka menu Run dengan menekan tombol Windows + R
  2. Ketikan "msconfig" tanpa tanda petik
  3. Masuk ke tab start up
  4. Hilangkan centang pada aplikasi yang tidak diperbolehkan berjalan saat start up
  5. Klik ok, ketika muncul kotak dialog konfirmasi klik Restart.


3. Pastikan Komputer Terbebas Dari Virus

Seperti yang penulis jelaskan pada artikel sebelumnya, virus dapat membuat komputer menjadi lambat. Untuk mengatasi hal tersebut, Scan komputer menggunakan anti virus, hingga dapat dipastikan komputer terbebas dari virus. Saat ini ada banyak aplikasi anti virus, seperti Avast, AVG, SmadAv, Kaspersky dan masih banyak lagi. Teman-teman tidak perlu menginstal semuanya, karena itu akan menambah beban kerja sistem. Cukup instal beberapa saja, penulis sarankan 2 aplikasi anti virus saja sudah cukup.

4. Lakukan Disk Defragment

Pada dasarnya, ketika kita meletakan file kedalam harddisk, file itu tidak selalu tertata secara teratur. Oleh karena itu lakukan Disk Defragment, untuk menata ulang susunan file agar menjadi urut. Aplikasi yang paling sering penulis gunakan untuk melakukan Disk Defragment adalah Tune Up Utilities. Sebenarnya ada juga Disk Defragment bawaan windows, tapi penulis belum pernah mencobanya.

5. Upgrade Hardware

Ini adalah cara paling ampuh. Jika sudah melakukan semua cara diatas dengan benar, tetapi komputer tetap saja lambat. Teman-teman bisa melakukan Upgrade Hardware. Hal yang paling penting untuk diupgrade adalah RAM, dengan bertambah besarnya RAM, maka proses dapat dilakukan dengan cepat. Dengan catatan ukuran RAM sesuai dengan kecepatan Processor.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Minggu, 03 Januari 2016

5 Hal Ini Menjadi Penyebab Harddisk Rusak

Hard Disk
Hard Disk
Hardisk adalah salah satu komponen penting komputer. Harddisk berfungsi sebagai media penyimpanan data untuk komputer. Harddisk menyimpan data didalam sebuah piringan, piringan itulah yang terus berputar agar data dapat dibaca. Karena komponen harddisk sangat kompleks, perangkat yang satu ini sangat rentan kerusakan. Untuk mengantisipasi kerusakan pada harddisk ini, kali ini penulis akan memberikan hal-hal yang menjadi pemicu rusaknya harddisk.

Penyebab Hardisk Rusak

1. Over Heat

Over Heat atau panas berlebih merupakan salah satu penyebab rusaknya harddisk. Harddisk merupakan salah satu perangkat yang mudah panas. Ditambah lagi harddisk tidak memiliki pendingin seperti pada processor. Jadi overheat pada harddisk sangat mungkin terjadi karena, semakin lama pemakaian maka harddisk akan semakin panas. Untuk mengatasi masalah tersebut, teman-teman dapat menambahkan kipas tambahan untuk mendinginkan harddisk.

2. Penggunaan Yang Berlebihan

Tidak ada sesuatu yang baik jika berlebihan. Begitu juga dengan penggunaan harddisk. Penggunaan harddisk seperti untuk menonton Film atau bermain Game dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan kerusakan pada harddisk. Dengan melakukan aktifitas yang berlebihan, piringan harddisk akan terus berputar untuk membaca serta mengolah data, sehingga menyebabkan panasnya harddisk.

3. Terlalu Sering Melakukan Instalasi

Instalasi aplikasi pada komputer juga berpengaruh pada harddisk. Saat melakukan instalasi komputer akan menulis data di harddisk, sedangkan saat melakukan uninstall komputer akan menghapus data di harddisk. Jika dilakukan secukupnya hal itu tidak akan bermasalah, tetapi jika terlalu sering dilakukan akan membuat sector atau wilayah tertentu pada harddisk mengalami kerusakan atau biasa disebut Bad Sector.

4. Benturan

Harddisk juga sangat rentan, harddisk tidak tahan benturan. Saat terjadi benturan akan ada perangkat yang mengalami kerusakan atau bisa juga menjadi bad sector. Benturan yang penulis maksud seperti gesekan, guncangan dalam tas dan terjatuh.

5. Faktor Usia

Tidak dapat dipungkiri, perangkat komputer memiliki masa / waktu untuk dapat digunakan dengan baik. Faktor usia pada harddisk juga dapat menjadi penyebab harddisk rusak, karena penggunaan harddisk yang sudah terlalu sering, entah itu untuk read / write data.

Itulah 5 hal yang menjadi Penyebab Kerusakan Harddisk. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Kamis, 31 Desember 2015

Inilah Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Komputer Dan Solusi Untuk Mengatasinya

Mendeteksi Kerusakan Pada Komputer
Mendeteksi Kerusakan Pada Komputer
Komputer tidak selamanya berjalan dengan baik, kadang kala ada kerusakan yang terjadi pada komputer. Kita yang tidak tau, ketika terjadi kerusakan, seringkali langsung membawa komputer ke teknisi. Padahal masalah yang terjadi tidak selalu parah, kadang justru masalah sepele. Oleh karena itu sebagai pengguna komputer, kita harus tau masalah-masalah apa yang sering terjadi pada komputer. Pada artikel kali ini, penulis akan memberikan rangkuman permasalahan yang sering terjadi pada komputer.

7 Kerusakan Yang Sering Terjadi Pada Komputer Dan Solusi Untuk Mengatasinya

1. CPU Tidak Hidup

Solusinya :
  • Cek kabel power pada CPU, apakah sudah terpasang dengan benar atau belum
  • Jika kabel power sudah terpasang dengan benar, cek Power Supply. Jika kipas Power Supply tidak berputar kemungkinan kerusakan terjadi pada Power Supply
  • Jika kipas Power Supply hidup tapi CPU tidak juga hidup juga kemungkinan kerusakan terjadi pada Motherboard. Jika kerusakan terjadi pada Motherboard solusinya diganti.


2. Komputer Hidup Tetapi Tidak Booting

Solusinya :
  • Kenali permasalahan yang terjadi dengan mengenali Kode Beep yang sudah penulis bahas pada artikel sebelumnya.


3. Keyboard Tidak Dapat Digunakan

Solusinya :
  • Cek apakah kabel keyboard sudah terpasang dengan benar
  • Jika kabel sudah terpasang dengan benar tapi keyboard tetap tidak dapat digunakan, kemungkinan kerusakan terjadi pada keyboard. Coba ganti dengan keyboard yang baru
  • Jika keyboard sudah diganti tetapi tidak dapat digunakan, kemungkinan kerusakan terjadi pada Port PS2. Solusinya coba ganti dengan keyboard USB.


4. Mouse Tidak Dapat Digunakan

Solusinya :
  • Sama dengan permasalahan pada Keyboard.


5. Jam Komputer Selalu Berubah

Solusinya :
  • Kerusakan terjadi pada baterai CMOS, atau baterai CMOS habis. Solusinya ganti baterai CMOS


6. Monitor Tidak Menyala

Solusinya :
  • Cek apakah kabel power yang mengarah ke monitor sudah terpasang dengan benar
  • Jika monitor sudah menyala tapi muncul tulisan "No Signal", kemungkinan kabel VGA tidak terpasang dengan benar, solusinya cek kabel VGA.
  • Jika kabel VGA sudah terpasang dengan benar tapi tetap saja No Signal, kemungkinan VGA bermasalah. Coba atasi dengan menambahkan VGA Card.


7. Komputer Hidup Tapi Tidak Dapat Masuk Sistem Operasi

Solusinya :
  • Instal Ulang Komputer


Itulah masalah yang sering terjadi pada komputer. Masalah-masalah sepele seperti diatas dapat ditangani sendiri tanpa memanggil teknisi. Semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Ini Bahaya Yang Akan Terjadi Jika Mematikan Komputer Tanpa Di Shut Down

Shut Down Komputer
Shut Down Komputer
Komputer dapat berjalan dengan baik karena dirawat serta digunakan dengan baik. Akan tetapi tidak semua orang melakukan hal tersebut. Entah karena tidak tau atau memang malas melakukanya, kadang orang lebih suka mematikan komputer langsung dengan menekan tombol power, tanpa di Shut Down. Padahal Shut Down sangatlah penting untuk menghentikan segala proses yang sedang berjalan di komputer sehingga perangkat komputer siap untuk dimatikan.
Untuk beberapa kali hal itu tidak masalah untuk dilakukan, terutama jika sedang dalam keadaan mendesak dan tidak memungkinkan untuk melakukan Shut Down, seperti saat komputer sedang hang atau not responding. Tetapi jika sering dilakukan hal tersebut dapat menimbulkan masalah pada komputer. Apa saja masalah yang akan terjadi bila mematikan komputer tanpa di shutdown?

Masalah Yang Akan Terjadi Jika Mematikan Komputer Tanpa Di Shut Down

1. Registry Berantakan

Salah satu masalah yang akan terjadi jika terlalu sering mematikan komputer tanpa dishut down adalah registry menjadi berantakan. Jika menggunakan shut down, registry akan mendata aplikasi yang dipakai selama komputer dijalankan, kemudian semuanya disimpan dalam registry. Tetapi jika tidak menggunakan shut down, perubahan perubahan tersebut tidak akan akan tersimpan pada registry. Jika terus menerus dilakukan akan ada aplikasi yang error.

2. RAM Bermasalah

Normalnya jika mematikan komputer dengan menggunakan shut down, RAM akan dikosongkan terlebih dahulu sebelum komputer benar-benar mati. Jadi saat komputer dihidupkan kembali, RAM akan bekerja dengan baik, karena sudah dalam keadaan benar-benar kosong. Berbeda jika mematikan paksa komputer, RAM tidak akan sempat dikosongkan.

3. Dapat Menyebabkan Kerusakan Pada Processor

Processor adalah komponen terpenting dari komputer, processor memiliki beban kerja paling tinggi, sehingga cepat panas. Untuk mendinginkan processor digunakan heatsink. Saat komputer dimatikan dengan benar, heatsink akan bekerja ekstra untuk mendinginkan processor. Jadi ketika komputer dihidupkan kembali, processor dalam keadaan fresh. Tetapi jika komputer dimatikan secara paksa heatsink tidak akan sempat mendinginkan processor, tidak jarang ketika dihidupkan kembali processor masih tetap panas. Jika hal ini terus dilakukan processor akan mengalami kerusakan.

4. Power Supply Bermasalah

Ketika komputer dimatikan dengan shut down, processor akan memberikan perintah untuk menghentikan pemakaian daya semua komponen komputer termasuk power supply. Tetapi ketika dimatikan dengan paksa, arus listrik juga akan terputus secara mendadak, dan kemungkinan masih ada arus yang terpakai.

5. Hard Disk Bad Sector

Ini adalah hal yang paling sering terjadi. Jika sering mematikan komputer dengan paksa, tinggal mengunggu waktu kerusakan Hard Disk pasti terjadi. Ketika dimatikan secara paksa, putaran piringan harddisk tidak akan berhenti mendadak dan ditempat yang tidak seharusnya. Berbeda jika dimatikan dengan shut down, Hard Disk akan berhenti secara teratur sesuai dengan posisi seharusnya. Jadi ketika komputer dihidupkan kembali, Hard Disk akan berputar dari awal.

Itulah tadi masalah-masalah yang akan timbul ketika sering mematikan komputer secara paksa. Memang jika dilakukan sesekali efeknya tidak akan terlihat, tetapi jika sering dilakukan masalah diatas pasti akan terjadi. Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.


Baca Juga :

Minggu, 27 Desember 2015

Arti Bunyi Beep, Dan Macam Macam Bunyi Beep Pada Komputer Berdasarkan Jenis BIOS

Bunyi beep adalah sebuah suara yang keluar dari komputer sebagai indikasi adanya masalah pada komputer. Bunyi beep keluar apabila BIOS mendeteksi kerusakan salah satu perangkat utama pada saat POST. Dengan adanya bunyi beep ini, kita diberi kemudahan untuk mengetahui jenis kerusakan pada komputer. Akan tetapi tidak semua orang tau, makna dari bunyi beep yang keluar. Bahkan beberapa pengguna yang masih awam mengabaikan bunyi beep ini. Padahal bunyi beep adalah kode penting untuk mengetahui jenis kerusakan. Oleh karena itu pada artikel kali ini, penulis akan membahas tentang Arti Dari Bunyi Beep, serta macam-macam bunyi beep berdasarkan jenis biosnya.

Bunyi Beep Pada AMI BIOS

  • Beep 1 kali, menandakan RAM rusak, tidak terdeteksi atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 2 kali, menandakan RAM bermasalah (Memory Parity Error in First 64 KB Block)
  • Beep 3 kali, menandakan RAM bermasalah (Memory Read/Write Error in First 64 KB Block)
  • Beep 4 kali, menandakan Motherboard bermasalah atau rusak.
  • Beep 5 kali, menandakan Processor rusak
  • Beep 6 klai, menandakan Keyboard rusak, tidak terbaca atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 7 kali, menandakan Processor rusak
  • Beep 8 kali, menandakan VGA rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 9 kali, menandakan BIOS bermasalah
  • Beep 10 kali, menandakan Motherboard rusak
  • Beep 11 kali, menandakan CMOS rusak atau tidak terpasang dengan benar. Atau bisa juga baterai CMOS sudah aktif
  • 1 Beep panjang dan 3 Beep pendek, menandakan Memory tambahan rusak, atau error
  • 1 Beep panjang dan 8 Beep pendek, menandakan tes tampilan gambar gagal

Bunyi Beep Pada Award BIOS

  • Beep 1 kali panjang terus menerus, menadakan RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1 kali panjang dan 1 kali pendek, menandakan RAM atau Motherboard mengalami kerusakan
  • Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek, menandakan VGA rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek, menandakan Keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1 kali panjang dan 9 kali pendek, menandakan BIOS mengalami kerusakan
  • Beep pendek tak terputus, menandakan Power Supply mengalami kerusakan, jika terjadi hal demikian lebih baik komputer jangan dihidupkan terlebih dahulu sampai Power Supply diganti.
  • Beep 2 kali pendek, menandakan RAM tidak terpasang dengan benar

Bunyi Beep Pada Phoenix BIOS

Beep pada Phoenix BIOS seperti serangkaian bunyi yang dipisahkan oleh pause.
  • Beep 1-1-4, menandakan BIOS mengalami kerusakan
  • Beep 1-2-1, menandakan Motherboard mengalami kerusakan
  • Beep 1-3-1, menandakan RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 3-1-1, menandakan Motherboard mengalami kerusakan
  • Beep 3-3-4, menandakan VGA mengalami kerusakan
  • Beep 1-1-4-1, menandakan kesalahan cache (Level 2)
  • Beep 1-2-2-3, menadakan ROM BIOS Checksum
  • Beep 1-3-1-1, menandakan RAM mengalami kerusakan
  • Beep 1-3-1-3, menandakan Keyboard mengalami kerusakan
  • Beep 1-3-4-1, menandakan RAM bermasalah
  • Beep 1-3-4-3, menandakan RAM mengalami kegagalan pada byte rendah
  • Beep 1-4-1-1, menandakan RAM mengalami kegagalan pada byte tinggi
  • Beep 2-1-2-3, menandakan ROM pemberitahuan hak cipta

Itulah daftar bunyi beep yang terjadi pada komputer. Untuk teman-teman yang mengalami bunyi beep, bisa segera melakukan perbaikan. Sekian artikel ini, semoga membantu


Baca Juga :
3 Situs Belajar Pemrograman Web Gratis Yang Bakal Membuatmu Handal 

Sabtu, 26 Desember 2015

Cara Mengatasi Error 5100 Dan Error 5200 Pada Printer Canon IP 2770

Printer Canon IP 2770
Printer Canon IP 2770 adalah salah satu jenis printer yang paling banyak digunakan, terutama untuk pengguna pribadi, seperti untuk mencetak dokumen ataupun mencetak foto. Selain harganya yang murah, printer jenis ini juga terkenal cukup awet, walaupun kadang ada beberapa masalah yang sering muncul ketika mengunakan printer Canon IP 2770 ini. Ketika printer bermasalah, komputer akan menampilkan pesan error dengan kode tertentu. Beberapa masalah yang paling sering muncul adalah pesan Error 5100 dan Error 5200. Nah bagaimana cara mengatasi error 5100 dan 5200 pada printer canon ini?
Penulis akan memberikan cara untuk mengatasi permasalahan tersebut

Cara Mengatasi Error 5100 Printer Canon IP 2770

Ketika mengalami Error 5100 printer tidak akan mau melakukan proses printing dokumen, dan muncul pesan error 5100 pada komputer dengan keterangan yang entah apa artinya. Jika mengalami masalah ini, teman-teman jangan panik dulu, itu bukan berarti printer teman-teman mengalami kerusakan. Hanya saja ada sedikit masalah teknis yang menggangu pekerjaan printer, sehingga printer tidak dapat bekerja. Error 5100 memiliki indikasi sebagai berikut :
  • Muncul pesan error 5100
  • Led resume dan led power akan berkedip (blink) 1 kali secara bergantian
Penyebab terjadinya masalah ini tidak hanya 1 kemungkinan. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan printer Canon mengalami error 5100 diantaranya :
  • Jika printer dipasang infus, bisa jadi selang infus mengganggu pergerakan printer, seperti menyangkut atau selang infus terlalu pendek sehingga cattridge tidak dapat bekerja.
  • Gear Box mekanik ada yang patah
  • Kemungkinan ada benda yang masuk ke bagian printer yang mengganggu sistem kerja printer
Cara mengatasinya adalah sebagai berikut
  • Jika permasalahan terletak pada selang infus, maka rapikan selang infus agar tidak mengganggu sistem kerja printer, pastikan juga panjang selang infus tidak terlalu panjang atau terlalu pendek. Usahakan cukup untuk digunakan cattridge bergerak ke kanan dan kekiri.
  • Jika yang bermasalah adalah bagian mekaniknya, perbaiki jika memungkinkan
  • Jika ada benda yang mengganggu sistem kerja printer, bersihkan. Jika sulit untuk membersihkanya, buka cover terlebih dahulu kemudian baru dibersihkan.

Cara Mengatasi Error 5200 Printer Canon IP 2770

Saat mengalami Error 5200, cara yang paling mudah untuk memperbaikinya adalah dengan melakukan Reset Printer. Saat ini sudah ada banyak software reset printer, akan tetapi tidak semua dapat menyelesaikan masalah ini. Error 5200 biasanya terjadi karena beberapa penyebab, diantaranya :
  • Ada kertas yang tersangkut ketika melakukan perngeprinan sebelumnya.
  • Queue atau daftar antrian cetakan yang sudah terlalu penuh
Solusi untuk mengatasi masalah Error 5200 adalah sebagai berikut

1.  Melakukan Reset Printer Manual

Cara pertama adalah dengan melakukan reset printer manual. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
  • Matikan printer kemudian cabut kabel power dari arus listrik, pastikan tidak ada lagi arus listrik yang mengalir ke printer.
  • Pasang kembali kabel power, kemudian saat printer dalam keadaan mati tekan dan tahan tombol resume selama 2 detik
  • Sambil tetap menekan tombol resume, tekan tombol power
  • Tetap tahan tombol power dan lepaskan tombol resume
  • Sambil menekan tombol power tekan tombol resume 5 kali, pada tekanan terakhir tahan kedua tombol secara bersaman, kemudian lepaskan secara bersamaan.
  • Printer akan blink sebentar, kemudian led power akan menyala hijau dan komputer akan mendeteksi hardware baru
  • Matikan printer, kemudian hidupkan kembali
  • Printer sudah dapat digunakan

2. Lepas Cattridge

Cara kedua adalah dengan melepas cattridge
  • Lepas kabel power tanpa menekan tombol power, sehingga printer akan mati secara paksa
  • Buka cover printer dan geser cattridge ke tengah secara manual, kemudian lepas kedua cattridgenya
  • Hidupkan printer, biarkan head bergerak kekanan kekiri
  • Pasang kembali cattridge
  • Printer akan kembali normal



Baca Juga :